Warga Pulau Tunda Sambut Positif Penambangan Pasir Oleh Kapal “Queen of Netherlands”

Share
Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Sebagian besar warga Pulau Tunda bekerja sebagai nelayan.
Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Sebagian besar warga Pulau Tunda bekerja sebagai nelayan.

SERANG, VerbumNews.com-Warga Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, menyambut positif keberadaan Kapal Queen of Netherlands yang melakukan aktivitas penambangan pasir di wilayah itu.

Hal itu dilakukan warga menyusul adanya komitmen dari pihak perusahaan yang melakukan penambangan pasir untuk memberikan dana  Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga setempat.

“Aktivitas penambangan pasir bukan hanya kali ini terjadi di Pulau Tunda. Pada tahun 2012 lalu, juga ada aktivitas penambangan pasir. Jadi ini bukan hal baru bagi masyarakat Pulau Tunda. Bagi masyarakat Pulau Tunda, yang penting pihak perusahaan berkomitmen untuk memperhatikan warga sekitar,” ujar Kepala Desa Wargasara, Syamsul Bahri, di Serang, Kamis (10/03/2016).

Menurut Syamsul,  dengan adanya penambangan pasir laut yang dilakukan oleh Kapal Queen of Netherlands,  masyarakat Pulau Tunda mendapat penghasilan tambahan melalui dana CSR. Kapal Queen of Netherlands  baru  melakukan penambangan pasir laut di sekitar Pulau Tunda sejak Jumat (4/3) lalu.

Syamsul menjelaskan,  Pulau Tunda memiliki satu desa, yakni Desa Wargasara dengan jumlah penduduk 1.200 jiwa. Seluruh masyarakat Desa Wargasara mendapat bantuan CSR dengan jumlah yang bervariasi. Selain itu, masyarakat juga mendapat CSR dalam bentuk beasiswa, pembangunan tempat ibadah,  honor guru, listrik dan pembangunan infrastruktur lainnya.

“Masyarakat Desa Wargasara merasakan manfaat dari adanya penambangan pasir laut. Apalagi penambangan pasir laut yang dilakukan Kapal Queen of Netherlands memenuhi aturan yang berlaku. Penambangan dilakukan minimal dua mil dari bibir pantai, memiliki kajian dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan izin dari pemerintah setempat,” jelasnya.

Menurut Syamsul Bahri, sebelum adanya penambangan pasir laut, masyarakat Desa Wargasara hanya mengecap pendidikan sekolah dasar (SD). Namun, setelah adanya penambangan pasir laut, masyarakat Desa Wargasara minimal berpendidikan SMA. Bahkan, banyak diantaranya yang sarjana.

“Sebelum adanya penambangan pasir laut, masyarakat hanya tamat SD saja, tapi sekarang sudah banyak yang sarjana, minimal tamat SMA,” ujar Syamsul.

Selain itu, tambah Syamsul, wajah Desa Wargasara mengalami kemajuan. Masayarakat Desa Wargasara kini dengan mudah mendapat listrik, jalan desa yang baik dan tempat ibadah yang besar.

“Kalau dibandingkan dulu dan sekarang, banyak kemajuan yang dialami Desa Wargasara. Dari pasokan listrik yang mudah, jalan-jalan desa yang baik dan tempat ibadah yang besar,” ungkap Syamsul.

“Penghasilan sebagai nelayan sudah tidak mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak mereka. Penghasilan nelayan sudah tidak cukup, sehingga masyarakat sangat menggantungkan harapanya dari penambangan pasir laut,” Syamsul menambahkan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Wargasara, Yan Sawiyan, (63), mengatakan kehadiran Kapal Queen of Netherlands di Perairan Pulau Tunda disambut baik oleh masyarakat. Karena dengan adanya penambangan pasir laut, masyarakat mendapat manfaat dari penambangan tersebut. Perubahaan yang dialami masyarakat dan Desa Wargasara diperoleh dari penambangan pasir laut.

“Sejak adanya penambangan pasir laut, banyak perubahan yang dialami masyarakat Desa Wargasara. Masyarakat sudah tidak khawatir dengan kemiskinan dan kebodohan. Masyarakat sudah hidup seperti masyarakat lainnya,” ujar Sawiyan.

Bahkan, Sawiyan berharap agar Kapal Queen of Nederland tetap terus melakukan penambangan pasir laut agar masyarakat Desa Wargasara bisa lebih sejahtera. “Kalau harapan kami sebagai masyarakat Desa Wargasara, agar penambangan di Pulau Tunda tetap terus dilakukan agar masyarakat lebih sejahtera,” ungkap Sawiyan.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait