Wagub Banten Minta Ormas Pemuda Kawal RPJMD 2017-2022

Share
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika saat membuka acara seminar sehari KP2B Kabupaten Tangerang di Hotel Istana Nelayan Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/11/2017).

TANGERANG, VERBUMNEWS.COM – Enam bulan pascadilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Banten terpilih, Wahidin Halim-Andika Hazrumy tetap meminta dukungan dari masyarakat dan  stakeholder  terkait di Banten dalam melaksanakan program pembangunan.  Termasuk salah satunya dari unsur pemuda.

“Sangat mustahil  pembangunan di Banten dapat berhasil sesuai perencanaan  tanpa dukungan dari berbagai kalangan di Banten. Karena itu, Kader Penggerak Pembangunan Banten (KP2B) yang sejak awal telah  mengawal pasangan Wahidin-Andika,  untuk terus melanjutkan pengawalan terkait program-program pembangunan yang dicanangkan  Pemprov Banten saat ini,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika saat membuka acara seminar sehari KP2B Kabupaten Tangerang di Hotel Istana Nelayan Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/11/2017).

Andika mengatakan, saat ini visi-misi kampanye pasangan Wahidin-Andika telah secara resmi masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2017-2022. Perda tentang RPJMD tersebut telah direvisi dan disahkan DPRD Banten baru-baru ini, disesuaikan dengan visi-misi Wahidin-Andika.

Andika memaparkan, dalam RPJMD tersebut, sejumlah visi-misi Wahidin-Andika yang akan diwujudkan dalam beberapa tahun pertama diantaranya adalah terkait pembangunan kesehatan dan infrastruktur.

“Kami melihat kedua hal ini yaitu kesehatan dan infrastruktur adalah kebutuhan dasar yang harus diletakkan untuk dapat melakukan pembangunan di Banten dalam mewujudkan  masyarakat Banten yang sejahtera,” ujarnya.

Menurut Andika, saat ini ada sekitar 700 ribu warga miskin di Banten yang harus diperjuangkan akses pelayanan kesehatannya. Untuk mengatasi persoalan tesebut, Pemprov Banten tengah merancang sebuah program berobat gratis bagi warga miskin tersebut.  “Program berobat gratis warga miskin hanya dengan menggunakan e-KTP saat ini on progress,” katanya.

Sementara terkait  infrastruktur, Andika  mengatakan, keberadaan infrastruktur sangat penting bagi  akses perekonomian. Keberadaan  infrastruktur yang baik seperti jalan dan jembatan secara merata di seluruh wilayah Banten, akan berdampak pada pemerataan ekonomi. “Jadi nanti tidak ada lagi istilah wilayah selatan Banten tertinggal dibanding wilayah utara. Kami rencanakan hal ini akan terjadi dalam tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Andika meminta ormas pemuda termasuk KP2B Kabupaten Tangerang untuk memberikan bantuan  terhadap  program-program pembangunan Pemprov Banten dengan cara melakukan pengawalan.

“Saya dan Pak Gubernur, selalu terbuka untuk hal itu. Bahkan kami menunggu. Karena mustahil pemprov bisa melakukannya sendiri,” kata Andika.

Andika berharap  keterlibatan ormas pemuda dalam program pembangunan  lewat pendampingan terhadap msyarakat, dapat memperlancar  pelaksanaan program Pemprov Banten.

“Misanya l terhadap program berobat gratis, barangkali ormas pemuda bisa membantu kami untuk mensosialisasikan, lalu pada tahap pelaksanaan programnya, ormas pemuda seperti KP2B ini bisa melakukan pendapmpingan terhadap warga miskin dalam mengakses pelayanan kesehatan gratis tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Pembina KP2B Kabupaten Tangerang Surta Wijaya menyambut baik ajakan Wagub tersebut. Ia mengaku bertekad akan menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan agar masyarakat di pedasaan menjadi sejahtera dan berdikari.

Editor: L Dami

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait