Uskup Agung Jakarta: Pengamanan Natal Adalah Bentuk Nyata Kehadiran Negara

Share
Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo (tengah) melakukan konferensi pers usai memimpin misa Pontifikal Natal di Gereja Katedral Jakarta, Minggu (25/12/2016).

JAKARTA, VerbumNews.com– Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengatakan upaya dan kerja keras aparat keamanan untuk memberikan rasa aman dalam beribadah umat kristiani pada perayaan Natal  merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakatnya. 

“Pak Kapolri, Panglima TNI, Menteri Dalam Negeri, Plt Gubernur DKI Jakarta datang pada misa malam Natal di Katedral, Sabtu (24/12/2016), dan mengatakan setiap kepala daerah baik gubernur maupun bupati harus mengunjungi gereja-gereja untuk memberi rasa aman umat Kristiani agar menjalankan ibadah dengan aman,” kata Uskup Agung Jakarta saat memberikan Misa Pontifikal Natal di Gereja Katedral, Jakarta, seperti dikutip Antara,  Minggu (25/12/2016)

Ia mengatakan kehadiran mereka pada perayaan Natal di gereja-gereja juga memberikan pesan bahwa negara hadir. “Keuskupan sampaikan terima kasih, termasuk untuk aparat keamanan yang meberikan keamanan pada perayaan Natal ini,” ujarnya.

Harapan dari kehadiran negara ini, ia mengatakan agar tidak ada yang membeda-bedakan latar belakang agama dan apa pun itu karena secara sejarah pada periode kemerdekaan 1945 semua sepakat untuk memilih bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang di dalamnya disepakati dengan jelas untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan. “Maka jangan digoncang-goncang lagi, jangan dikutik-kutik lagi,” ujar Uskup Agung Jakarta.

Menurut dia, doa untuk bangsa yang biasanya dilaksanakan umat Katolik salah satunya setiap peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus, kini  menjadi seminggu sekali setelah kondisi persatuan dan persaudaraan anak bangsa akhir-akhir ini semakin kencang diuji.

Sebelumnya, dalam pesan Natal pada Misa Pontifikal Natal di Gereja Katedral, Jakarta, ia menyisipkan ajakan untuk semakin mengamalkan Pancasila terutama sila ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab pada 2017.

“Mengamalkan Pancasila khususnya sila ke-2 agar kita menjadi semakin adil dan beradab dalam segala hal. Jika umat Katolik mengamalkan sila ke-2 kita berarti sedang memperbaiki Kemuliaan Allah di negeri ini yang menjadi semakin kabur,” katanya.

Perayaan Natal, menurut dia, bukan saja sebuah iman masa lampau melainkan pula iman Kristiani aktual. Maka bagi umat Kristiani yang merayakan Natal selain mengharapkan damai dan suka cita tentu juga memuat amanat untuk lebih terlibat seluas-luasnya secara konkrit menyelesaikan persoalan aktual dalam bangsa ini.

Gereja Katedral menyelenggarakan misa malam Natal pada Sabtu (24/12/2016), diawali acara konser Natal pukul 16.00 WIB yang kemudian dilanjutkan misa pertama malam  Natal pada  pukul 17.00 WIB, lalu dilanjutkan misa kedua pada pukul 19.30 WIB dan misa terakhir pada pukul 22.00 WIB.

Pada Minggu, 25 Desember 2016, misa Natal dibuat lima kali yakni misa pertama dimulai pukul 06.00 WIB yang diikuti ratusan umat. Misa  kedua pada  pukul 07.30 WIB diikuti lebih dari 1.000 orang, dilanjutkan misa ketiga  pada pukul 09.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dan dihadiri sekitar 3.000 orang.

Lalu dilanjutkan misa keempat pada pukul 11.00 WIB untuk khusus  misa Natal keluarga. Dan misa terakhir pada pukul 18.00 WIB khusus  anak-anak usia 3 tahun ke atas ramai mengikuti perayaan  ekakristi bersama dengan para pastor.

Editor: L Dami 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait