Total Nilai Investasi Pembangunan Pelabuhan Warnasari Mencapai Rp 12 Triliun

Share
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, dan sejumlah pejabat terkait lainnya menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan Pelabuhan Warnasari, pada acara groundbreaking Pelabuhan Warnasari,  di Kota Cilegon, Rabu (30/08/2017).

CILEGON, VERBUMNEWS.COM– Nilai invesatasi pembangunan Pelabuhan Warnasari, Kota Cilegon, Banten  mencapai Rp 12 trilun. Dana untuk pembangunan tahap awal mencapai Rp1,5 triliun.

Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, dalam acara groundbreaking Pelabuhan Warnasari, di Cilegon, Rabu (30/08/2017), mengatakan, Pelabuhan Warnasari akan dibangun di atas tanah seluas 50 hektare.

“Untuk pembangunan tahap awal sebesar Rp 1,5 triliun, dananya telah disiapkan,” katanya.

Acara groundbreaking pembangunan Pelabuhan Warnasari tersebut dilakukan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Iman menjelaskan Pelabuhan Warnasari dibangun  atas kerja sama antara BUMD PT Pelabuhan Cilegon Mandiri yang mewakili Pemkot Cilegon, dengan PT Pelindo II dan PT Bosowa Bandar Indonesia.

“Pembangunan tahap pertama  meliputi pembangunan pelabuhan di sisi darat berupa trestle sepanjang 1 km dengan lebar 15 meter menggunakan struktur deck on pile. Lalu juga akan dibangun jetty berukuran 280 m x 40 m untuk barang curah kering dan jetty ukuran 470 m x 15 m untuk barang curah cair,” jelasnya.

Tahap selanjutnya, kata Iman, akan dibangun gudang tertutup dengan kapasitas 500.000 metrik ton yang dilengkapi conveyor dan 4 jembatan timbang masing-masing kapaitas 120 ton. Berikutnya akan dibangun tangki timbun kapasitas 500.000 kiloliter dan jalan akses sepanjang 3 km  dengan lebar 26 meter, serta gedung perkantoran di atas tanah  seluas 1,5 hektare.

“Hari ini kami melakukan MoU dengan sejumlah industri besar di Cilegon yang akan menjadi pelanggan kami. Di antaranya dengan PT Lotte  Internasional dari Korea Selatan yang akan berinvestasi di Cilegon senilai Rp40 triliun, mereka akan menjadi pengguna jasa di Pelabuhan Warnasari dalam melakukan kegiatan indsutrinya,” kata Iman.

Pelabuhan Bojonegara

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan mendorong aktivasi Pelabuhan Bojonegara di Kabupaten Serang dan sejumlah proyek infrastruktur nasional bidang perhubungan lainnya yang ada di Banten, seperti Bandara Banten Selatan dan jalan tol Serang-Panimbang, yang keduanya berada di Kabupaten Pandeglang.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin agar proyek-proyek pembangunan infrastruktur di daerah bisa digenjot dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Pak Wagub (Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy),  tadi saat ngobrol meminta dukungan terkait beberapa proyek nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Beliau meminta dukungan. Saya janji ke beliau,  akan mendorong  terutama proyek infrastruktur di bidang perhubungan, seperti Pelabuhan Bojonegara dan Bandara  Banten Selatan,” kata Budi.

Sejalan dengan Presiden, Budi mengaku dirinya meyakini proyek pembangunan infratruktur di daerah dapat mendorong tingkat perekonomian masyarakat  daerah dan negara secara signifikan.

“Salah satu faktor penyebab  terjadinya hambatan ekonomi  adalah tidak lancarnya arus barang dan jasa yang disebabkan oleh ketiadaan infrastruktur perhubungan yang memadai,” ujarnya.

Karena itu, kata Budi, pemerintah saat ini mengambil kebijakan mengutamakan pembangunan infrastruktur di daerah, di mana salah satunya infrastruktur bidang perhubungan seperti pembangunan jalan dan pelabuhan.

Sementara Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyampaikan  terima kasih atas dukungan pemerintah pusat tersebut.  Andika mengungkapkan potensi pembangunan di Banten tidak dapat digali secara maksimal jika tidak didukung oleh  pemerintah pusat.

“Kami selaku mewakili Pemerintah Provinsi Banten  menyampaikan terima kasih karena telah  diberikan  izin pembangunan Pelabuhan Warnasari. Kami  berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Perhubungan selaku pemberi izin. Selanjutnya kami nantikan dukungan Pak Menteri untuk aktivasi Pelabuhan Bojonegara,” ujarnya.

Andika berharapa keberadaan Pelabuhan Warnasari,  milik Pemkot Cilegon dapat mensejahterakan warga Kota Cilegon. Keberadaan Pelabuhan Warnasari bisa mendatangkan pendapatan asli daerah yang sigifikan bagi Pemkot Cilegon, mengingat  begitu potensialnya jasa kepelabuhanan di Kota Cilegon, di mana wilayah lautnya masuk ke dalam ALKI I yang ramai dan dilalui pelayaran internasional.

“Keberadaan industri-industri  berskala multinasional di Kota Cilegon  dipastikan akan menjadi pelanggan di pelabuhan tersebut. “Nah, sejatinya semua itu untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Andika.

Andika mengungkapkan, Presiden Jokowi membahas mengenai aktivasi Pelabuhan Bojonegara untuk meringankan beban Pelabuhan Tanjung Priok dalam pertemuan mereka bersama Gubernur Banten Wahidin Halim pekan lalu di Istana Negara, Jakarta.

Pelabuhan Bojonegara sendiri mangkrak pembangunannya yang dimulai sejak era Presiden Megawati Soekarno Putri karena persoalan pembebasan lahan menemui sejumlah kendala seperti lahan dalam posisi sengketa. Rencananya pelabuhan tersebut dibangun di atas lahan seluas hampir 500 hektare.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait