Tokyo Protes Keras Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara

Share
Presiden Korea Utara Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal yang ditembak dari kapal selam. (Foto ilustrasi)
Presiden Korea Utara Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal yang ditembak dari kapal selam. (Foto ilustrasi)

SEOUL, VerbumNews.com– Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memprotes keras terhadap Korea Utara yahg meluncurkan rudal balistik pada hari Rabu (03/08/2016). Rudal tersebut  mendarat dekat Perairan Jepang. Peluncuran rudal tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian peluncuran oleh negara terisolasi karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut.

Seorang pejabat pertahanan Japang mengatakan bahwa agian utama dari rudal tersebut mendarat di zona eksklusif ekonomi Jepang. Ketegangan regional  meningkat  setelah serangkaian peluncuran rudal dan keputusan oleh Amerika Serikat untuk menempatkan sistem anti-rudal canggih di Korea Selatan .

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menjelaskan bahwa  peluncuran rudal Korea Utara tersebut  sebagai “ancaman besar” ke Jepang dan mengatakan Tokyo “protes keras”

Kepala Staf Gabungan Kantor Korea Selatan, dari sebuah daerah di Provinsi Hwanghae Selatan di barat daya ibukota, Pyongyang, mengatakan  rudal yang mendarat di Laut Jepang diluncurkan pada sekitar 07:50 waktu Seoul (22:50 GMT Selasa).

“Peluncuran rudal tersebut  menunjukkan ambisi Korea Utara untuk “secara langsung dan secara luas menyerang negara-negara tetangga dan menargetkan beberapa tempat di Republik Korea seperti pelabuhan dan lapangan terbang,” katanya, merujuk pada Korea Selatan.

Pihak Korea Selatan menyebut  hanya satu peluncuran, kendati  Komando Strategis AS mengatakan telah mendeteksi dua rudal, salah satu yang katanya meledak sesaat setelah peluncuran.

Pada tanggal 19 Juli, Korea Utara menembakkan tiga rudal balistik yang terbang antara 500 km dan 600 km (300-360 mil) ke laut lepas pantai timur.

Pihak Korea Utara berdalih bahwa  peluncuran itu merupakan bagian dari latihan simulasi serangan terhadap  pelabuhan Korea Selatan dan lapangan udara yang digunakan oleh militer AS.

Peluncuran rudal balistik dari Korea Utara itu diduga sebagai reaksi terhadap  kesepakatan bulan lalu antara Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk menggelar High Altitude Area Terminal Pertahanan sistem anti-rudal canggih di Selatan.

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait