Terhimpit Kemiskinan, Sarbini dan 10 Anaknya Tinggal di Gubuk Reyot

Share
Gubuk reyot yang ditempati Sarbini (50) bersama sepuluh anaknya di Kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

SERANG, VERBUMNEWS.COM- Sarbini (50),  duda beranak 13 orang,  warga Kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten hidup memprihatinkan karena terhimpit kondisi kemiskinan.

Sarbini bersama 10 orang anaknya terpaksa tinggal di sebuah gubuk reyot bekas kandang kambing karena tidak ada pilihan lain setelah rumahnya tersapu banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung, pada tahun 2013 lalu. Kondisi gubuk bekas kandang kambing itu sangat memprihatinkan. Atapnya menggunakan terpal, dinding terbuat dari bambu, membuat Sarbini bersama 10 anaknya akan kehujanan kalau hujan turun, malam hari  kedinginan dan siang hari merasa kepanasan. Namun semuanya itu terpaksa dijalankan karena tidak ada lagi pilihan lain selain pasrah dengan kondisi yang ada.

Tiga anak Sarbini  lainnya telah menikah, dua diantaranya bekerja sebagai TKI di Malaysia.  Sejak istrinya meninggal beberapa tahun lalu, Sarbini mengurus seorang diri anak-anaknya yang sebagian besar masih kecil.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sarbini berkebun di lahan milik perusahaan. Dia harus membagi waktu untuk mengasuh anak-anaknya yang masih kecil dan berkebun.

Untuk kebutuhan makan dan minum setiap hari, Sarbini tidak jarang harus berutang. Dia bekerja apa saja yang penting bisa memenuhi kebutuhan makan dan minum anak-anaknya. Ada yang menyuruhnya untuk memanjat kelapa dengan imbalan uang Rp 10 ribu, terpaksa dia jalankan karena kebutuhan.

Sarbini mengaku selama ini banyak orang datang ke gubuknya untuk menawarkan bantuan. Namun yang datang hanya sekadar meminta KTP dan kartu keluarga, tetapi tindak lanjutnya tidak ada.

Karena kondisi kemiskinan, semua  anak Sarbini  tidak  mengecap pendidikan  karena tidak ada biaya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di sekolah. Bahkan untuk masuk sekolah dasar (SD) saja tidak bisa.

Langsung Respon

Mengetahui kondisi Sarbini bersama anak-anaknya seperti itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah langsung mengintruksikan Pelaksana Tugas (Plt)  Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana untuk melakukan koordinasi dan segera memperbaiki rumah  yang  mirip kandang kambing tersebut.

Tatu menegaskan, persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Serang merupakan salah satu prioritas yang harus diselesaikan. “Saya sudah intruksikan, segera perbaiki rumah keluarga Pak Sarbini. Segera tidak boleh ditunda,” kata Tatu, Selasa (01/08/2017).

Menurut Tatu, persoalan RTLH menjadi prioritas karena ada sekitar  12.700 rumah warga miskin yang perlu diperbaiki. Proses perbaikan pun sudah dikoordinasikan untuk dilakukan secara gotong-royong, mulai dari APBD Kabupaten Serang, APBD Provinsi Banten, APBN, sumbangan anggota Korpri, Baznas Kabupaten Serang, dan dana sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)  Bank BJB. Bahkan dalam proses perbaikan melibatkan Kodim 0602/Serang.

“Saya udah intruksikan seluruh camat untuk mendata RTLH paling parah. Paling prioritas untuk diperbaiki,” tegasnya.

Sementara terkait anak-anak Sarbini yang putus sekolah, Tatu menegaskan akan disekolahkan. Apalagi Pemkab Serang sudah punya program beasiswa untuk warga miskin. “Berulangkali saya sampaikan, tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Jika ada segera laporkan dan wajib disekolahkan. Kita punya beasiswa untuk membantu warga miskin,” tegas Tatu.

Tatu  juga telah melakukan koordinasi dengan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa, Plt Sekda Agus Erwana, Dinas Sosial Kabupaten Serang, Baznas Kabupaten Serang, dan Camat Kragilan. Bahkan Agus Erwana bersama instansi terkait dan TNI sudah meninjau rumah keluarga Sarbini. “Sesuai perintah Ibu Bupati, kami akan segera perbaiki rumah keluarga Pak Sarbini,” kata Agus usai melakukan peninjauan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana (kanan) bersama sejumlah pejabat terkait melakukan dialog dengan Sarbini (kiri), di Kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (01/08/2017).

Menurut Agus, mulai Rabu (02/08/2017)  proses perbaikan rumah keluarga Sarbini akan dilakukan. Ia pun sudah berkordinasi dengan Kodim 0602/Serang untuk bersama melakukan gotong royong. “Ibu Bupati sudah interuksi juga, dua rumah keluarga Pak Sarbini akan dibangun, akan kami lakukan. Pekan ini akan dimulai,” ujarnya.

Terkait anak yang putus sekolah, Agus mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Sarbini. “Saat dialog ternyata tidak mau disekolahkan dan Pak Sarbini ingin mendidiknya sendiri. Tapi akan kita coba terus dialog agar anaknya bisa mau disekolahkan,” ujarnya.

Agus juga menegaskan, persoalan RTLH sudah menjadi konsentrasi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. “Jumlahnya banyak, tapi paling rusak jadi prioritas untuk diperbaiki segera. Rumah Pak Sarbini ini sudah tercatat akan diperbaiki, dan disegerakan,” tegasnya.

Mulai Dibangun

Pemkab Serang bergerak cepat untuk memperbaiki rumah keluarga Sarbini di Kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.  Mulai  Rabu (02/08/2017), material bangunan untuk memperbaiki rumah keluarga Sarbini yang diberitakan mirip kandang kambing, sudah dikirim.

Camat Kragilan, Ajuntono mengatakan, sesuai instruksi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, proses perbaikan rumah keluarga Sarbini dilakukan dengan segera. Setelah melakukan peninjauan bersama Plt Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana, Selasa (01/07/2017), proses perbaikan rumah keluarga Sarbini dimulai Rabu (02/08/2017).

Material untuk membangun rumah Sarbini, di Kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, sudah mulai dikirim, Rabu (02/08/2017).

“Kami sudah kirim semen dan material bangunan lainnya ke rumah keluarga Pak Sarbini. Pengukuran rumah yang akan dibangun pun sudah dilakukan,” ujarnya seraya menambahkan, pembangunan fondasi rumah mulai dilakukan Kamis (03/08/2017).

Pengiriman material bangunan dilakukan Ajuntono bersama Danramil Kragilan Kapten Tumiran dan Kepala Desa Dukuh. “Alhamdulillah dalam proses pembangunan, kami dibantu aparat TNI. Kita gotong-royong bersama warga juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya mengaku sudah berdialog dengan Sarbini terkait kelanjutan sekolah anaknya yang usia sekolah, Selasa (01/08/2017). Dilanjutkan kunjungan Kabid SD Dindikbud Kabupaten Serang Aber Nurhadi, Rabu (02/08/2017).

Asep mengatakan, semua anak keluarga Sarbini sudah siap disekolahkan. Anak usia sekolah dasar (SD) akan disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) terdekat. “Pihak madrasah juga menyambut baik dan siap menerima,” ujarnya.

Kemudian untuk anak yang usia sekolah menengah pertama (SMP) akan terlebih dahulu diikutkan kejar paket B. “Kemudian bisa melanjutkan ke SMA,” ujar Asep.

Menurut Asep, perlu pendekatan khusus kepada Sarbini agar mau menyekolahkan anaknya. Sebab Sarbini awalnya bersikukuh akan mendidik anak-anaknya sendiri tanpa harus masuk ke pendidikan formal.

“Bahkan Pak Sarbini malah bertanya, apakah salah dia tidak menyekolahkan anaknya. Kami jelaskan bahwa tidak salah, tetapi anak-anaknya butuh masa depan yang lebih baik, dan itu harus diraih salah satunya melalui pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Asep menegaskan, Pemkab Serang siap membantu keluarga Sarbini bukan hanya membangunkan rumah baru, juga memfasilitasi anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan formal. “Ibu Bupati sudah menegaskan bahwa tidak boleh ada anak yang tidak sekolah dengan alasan biaya. Karena itu, sudah disiapkan beasiswa untuk warga miskin,” ujarnya.

Editor: L Dami

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait