Siswa SD YPWKS 1 Cilegon Akan Ikut Kompetisi Robotik Internasional di Singapura

Share
Siswa SD YPWKS 1 Kota Cilegon ketika mengikuti Kompetisi Robotik 2017 yang diselenggarakan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, beberapa waktu lalu.

SERANG, VERBUMNEWS.COM-Siswa dari Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS) 1,  Kota Cilegon, Banten berhasil memborong piala juara I dan III Kompetisi Robotik 2017 yang digelar oleh Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Atas prestasi yang diraih tersebut, tim dari SD YPWKS 1 Kota Cilegon diundang untuk mengikuti kompetisi robotik internasional yang akan diselenggarakan di Singapura dan Hongkong dalam waktu dekat.

Robotik memang bukan hal baru di Indonesia. Namun untuk memahami  teknologi robot  maka harus menguasai  mata pelajaran mulai dari matematika, information technology (IT) hingga elektronik. Hal itulah yang membuat kompetisi robotik terlihat lebih eksklusif.

Memahami robotik membutuhkan ilmu pengetahuan khusus yang memadukan ilmu sains dan teknologi robot. Tidak heran  jika,  kompetisi dalam bidang robotik terbilang masih jarang. Kalau pun ada rata-rata diikuti oleh pelajar SLTA  hingga mahasiswa dari perguruan tinggi ternama.

Namun, anggapan tersebut dapat dipatahkan oleh rombongan siswa bernama  Ulaya dan kawan-kawannya asal SD YPWKS I Cilegon yang telah berhasil merebut juara I Kompetisi Robotik 2017 yang digelar PP Iptek  pada 11 November 2017  di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Menjadi hal yang luar biasa, karena mereka masih duduk di kelas 1 SD. Artinya,  ini merupakan potensi luar biasa untuk ke depannya, karena mereka masih memiliki banyak waktu untuk terus mengasah kemampuannya,” ujar Kepala Sekolah YPWKS I Cilegon Nana Supriyatna, Minggu (19/11/2017).

Nana mengungkapkan, untuk SD YPWKS 1 Cilegon, ini bukan kali pertama meraih juara dalam ajang serupa. Pada tahun 2015 lalu rombongan SD YPWKS 1 Cilegon juga  pernah menjuarai kompetisi robotik tingkat internasional  yang digelar di Johor,  Malaysia.

Sementara untuk tim Ulaya yang masih duduk di kelas 1 SD tersebut beberapa waktu lalu juga pernah menyabet juara II kompetisi robotik tingkat nasional yang digelar di BSD, Kota Tangerang Selatan,  pada Oktober 2017 lalu.

Untuk diketahui, pada  kompetisi bergengsi yang digelar oleh PP Iptek  Kemristekdikti tersebut, SD YPWKS 1 berhasil merebut juara I Kategori Robo Wars Pra Junior yang diikuti oleh Ulaya dan Fadhlan.

Kemudian pada Kategori Robo Soccer Junior berhasil merebut juara III yang diikuti oleh Ahmad Yusuf, Agas dan Raifal. Terakhir,  pada Kategori Robo Soccer Pra Junior meraih juara III yang diikuti  oleh Fadhlan, Ehsan dan Raihan.

Nana mengatakan para siswa  yang berhasil memperoleh juara pada kompetisi robotik tersebut mendapat undangan untuk mengikuti kompetisi di ajang yang lebih bergengsi yaitu di tingkat internasional yang rencananya akan digelar di Singapura  dan Hongkong dalam waktu dekat.

Menurut Nana,  rencana tersebut terancam  gagal karena  pihak sekolah dalam hal ini SD YPWKS 1 Cilegon,  tidak memiliki biaya akomodasi selama kompetisi berlangsung.

“Kami berharap mendapat perhatian dari pihak yayasan atau pun pemerintah. Tentu kami berharap dapat mengikuti kompetisi tersebut,”  ujarnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Nuryanti mengungkapkan bahwa keberhasilan para siswa tersebut merupakan buah  dari kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua siswa yang terus mendorong anak  untuk mau mengasah potensi yang dimilikinya.

“Robotik yang masuk dalam program ekstra kurikuler sekolah tersebut memang memerlukan pengetahuan yang lebih, namun karena pendekatanya lebih pada bermain tidak membuat siswa jenuh. Jadi mereka seperti bermain, tanpa sadar itu menambah pengetahuan baru buat mereka. Biasanya anak-anak kan hanya ingin membeli robot yang sudah jadi, tapi dengan ini diajarkan bagaimana mulai dari merakit hingga membuat agar robot itu bisa berjalan,” ujar Nuryati

Nuryanti mewakili seluruh orang tua siswa lainnya,  berharap pihak yayasan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan ekstra kurikuler robotik yang telah mengharumkan nama Provinsi Banten tersebut. Selain itu, Pemerintah Kota  Cilegon dan Pemerintah Provinsi Banten juga diharapkan  memberikan perhatian  terhadap para siswa yang berprestasi tersebut. (Adv)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait