Selebaran “Black Campaign” terhadap WH-Andika Ditemukan di Masjid

Share
Selebaran kampanye hitam atau black campaign terhadap calon gubernur Banten nomor  urut satu Wahidin Halim ditemukan di sebuah masjid di Kota Tangerang, Jumat (03/02/2017). Temuan ini telah dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang.

TANGERANG, VerbumNews.com-Menjelang  pelaksanaan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) pada tanggal  15 Februari 2017  untuk memilih gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2017-2022, ada pihak-pihak yang melancarkan gerakan tidak fair melalui kampanye hitam  atau black campaign. Bentuk kampanye hitam tersebut dengan cara menyebarkan selebaran yang berisi tentang pasangan calon nomor urut satu  Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) berisi tuduhan-tuduhan yang bersifat fitnah.

Pada hari Jumat (03/02/2017), saat jemaah Masjid Al Muhajirin di Perumahan Buana Permai, Cipondoh, Kota Tangerang akan menunaikan Sholat Jumat, dikejutkan dengan beredarnya dua jenis selebaran terpisah berukuran buku yang masing-masing berisi tentang  calon gubernur Banten  Wahidin Halim dan calon wakil gubernur  Banten Andika.

Dalam selebaran itu dipaparkan 5 fakta atas calon gubernur Banten Wahidin Halim tentang hal-hal yang bersifat fitnah dan menghasut. Hal yang sama juga disebutkan atas calon wakil gubernur Banten Andika Hazrumy.

Selebaran yang dicetak berwarna tersebut diletakan di dekat pintu masjid, sehingga jemaah yang akan dan selesai sholat dapat mengambil. “Saya tadi dapat laporan dari staf saya sepulang dari mesji Al Muhajirin. Jemaah mesjid ada yang sudah mengambil dan membacanya. Staf saya ikut mengambil, dan setelah dibaca isinya penuh dengan kebencian,” ujar Fadlin.

Selebaran kampanye hitam atau black campaign terhadap calon wakil gubernur Banten nomor urut satu Andika Hazrumy ditemukan di sebuah masjid di Kota Tangerang, Jumat (03/02/2017). Temuan ini telah dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang.

Atas temuan tersebut, Ismail Fahmi, salah seorang tim hukum WH-Andika mengatakan sangat menyayangkan cara-cara kampanye hitam yang dilancarkan pihak tertentu. “Kita tidak mau menuduh siapa pun yang melakukan ini. Apalagi sampai menuduh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten Rano Karno-Embay Mulya Syarief. Kami tidak mau menuduh siapa pun,” tutur Ismail Fahmi.

Namun demikian, kata Ismail, dalam pelaksanaan Pilkada Banten hanya ada dua pasangan calon yakni WH-Andika dan Rano-Embay. Oleh karena itu, masalah ini segera akan dilaporkan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang.“Kita akan laporkan masalah ini ke Panwaslu Kota Tangerang,” tutur Ismail kepada wartawan, Sabtu (04/02/2017).

Sementara itu, Ramdan Alamsyah, tim hukum WH-Andika lainnya mengatakan, kampanye hitam ini adalah perbuatan orang pengecut. “Kalau mau menang, lakukan cara-cara yang sportif. Ini adalah perbuatan panik yang merasa sudah kalah,” tandas Ramdan bersemangat.

Ramdan mengimbau kepada seluruh relawan, simpatisan, dan kader partai politik pengusung WH-Andika, bila menemukan orang yang menyebarkan selebaran gelap berisi fitnah dan hasutan terhadap WH-Andika, agar segera melaporkan kepada polisi. “Saya berharap bila menemukan hal tersebut jangan langsung emosi, tapi laporkan ke polisi atau ke kami,” ucap Ramdan, pengacara kondang itu.

Untuk diketahui, pasangan WH-Andika didukung oleh tujuh partai politik yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Editor: L Dami

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait