Sebanyak 200 WNI Ilegal Dideportasi dari Malaysia

Share
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

NUNUKAN, VerbumNews.com – Sebanyak 200 orang warga negara Indonesia (WNI) yang berstatus ilegal dideportasi oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia. WNI yang bekerja di Negeri Sabah tersebut dipulangkan melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Ratusan WNI ilegal itu terdiri atas 154 laki-laki, 42 perempuan, dan 3 anak laki-laki dan satu anak perempuan.
Adapun pelanggaran yang dilakukan yang menyebabkan WNI ini dideportasi karena kasus keimigrasian sebanyak 192 orang, kasus narkoba empat orang dan kasus kriminal biasa juga empat orang.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Kamis (25/02/2016) malam menjelaskan, WNI ilegal yang dideportasi tersebut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan deportasi sebelumnya selama 2016.

“Jumlah WNI ilegal yang dideportasi dari Negeri Sabah (Malaysia) cukup banyak dibandingkan deportasi sebelumnya selama 2016 ini,” ujar Nasution seusai menerima data WNI ilegal yang dideportasi dari staf Konsulat RI Tawau, Malaysia.

WNI ilegal ini tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka sekitar pukul 19.00 wita menggunakan KM Purnama Ekspres dengan pengawalan staf Konsulat RI Tawau dengan dijemput aparat kepolisian, imigrasi dan petugas kesehatan pelabuhan.

Setelah dilakukan pendataan oleh Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kabupaten Nunukan yang tergabung dalam Poros Sentra Pelatihan dan Pemberdayaan Daerah Perbatasan yang klebih dikenal dengan sebutan “Poros Perbatasan Terpadu” yang diresmikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani pada 16 Pebruari 2016.

Usai pendataan, WNI ilegal tersebut langsung diangkut menggunakan enam mobil yang terdiri atas dua mobil truk TNI AD, dua mobil truk dan dua mobil pick up milik Satpol PP dengan pengawalan ketat menuju tempat penampungan rumah susun (rusun) di Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan.

Editor: L Dami

Sumber: Antara

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait