Rano Karno: Dunia Film Merupakan Potensi Bisnis yang Besar

Share
Gubernur Banten Rano Karno
Gubernur Banten Rano Karno

SERANG, VerbumNews.com– Gubernur Banten Rano Karno mengatakan ada begitu banyak  investor yang mau berinvestasi di dunia film. Kesempatan ini merupakan potensi bisnis yang besar, di mana Indonesia membutuhkan film-film berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Rano Karno pada saat membagikan ilmunya kepada peserta Banten Short  Movie Festival 2016,  di Museum Nasional Banten Jl Brigjen KH Syam’un Kota Serang, Jumat (08/04/2016).

Banten Short Movie Festival 2016 merupakan acara perlombaan pembuatan film pendek yang digelar lembaga penyiaran Untirta TV. Pesertanya dari berbagai kota di Indonesia.

Sutradara film  “Si Doel Anak Sekolahan,” Rano Karno bertindak sebagai salah satu pemateri dalam acara tersebut. Rano membagikan ilmunya kepada peserta festival dan sejumlah tamu undangan mengenai dunia film.

Rano mengatakan, saat ini banyak sekali investor yang menginginkan untuk menanamkan dananya di dunia film, karena tak kurang dari 5.000 studio pertunjukan film telah dibangun di Indonesia, itu artinya potensi bisnis yang besar, dimana Indonesia membutuhkan film-film berkualitas.

“Banyak yang mau berinvestasi di dunia film, tapi siapa yang bisa garap. Ini  berarti kesempatan bagi semua, terutama anak muda untuk menunjukkan karyanya sesempurna mungkin agar memiliki nilai jual untuk didanai investor,” ungkapnya.

Rano Karno mengungkapkan, para investor industri film besar seperti Hollywood mencari bakat dari festival film pendek, sebagai contoh ia menceritakan bahwa Steven Spielberg awalnya hanya karyawan biasa di sebuah studio film. Berawal dari keseriusan menggarap film pendek, para investor besar melihat kejeniusan Steven dan meminangnya untuk menjadi sutradara yang menggarap film-film yang kemudian dikenal luas dunia.

“Jadi jangan karena anda membuat film pendek, anda tidak menunjukan teknik yang serius dalam berkarya,” ujarnya.

Rano mengakui, bahwa budaya film di Indonesia berbeda dengan di Amerika, tetapi ia mengatakan bahwa para sineas Indonesia sudah mulai melakukan itu sebagai sarana untuk menjaring sutradara, aktor dan aktris, serta seluruh insan film terbaik di nusantara.

Rano membayangkan ada bioskop besar di Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten. Fasilitas tersebut memudahkan masyarakat yang ingin menonton film.

“Saya bingung ketika mau nonton film mau ke Cilegon atau ke Karawaci. Saya harap Walikota (Serang) dengar apa yang saya sampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Banten Short Movie Festival 2016, Adam Paula mengatakan ada sekitar 42  film yang masuk di data panitia dari para sineas di Indonesia. Ada sepuluh dari Banten dan yang lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dia berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan pengalaman yang baik untuk sineas muda Banten. “Acara seperti ini sangat jarang dilakukan. Semoga kegiatan ini memberikan banyak pencerahan tentang cara pembuatan film pendek,” ujarnya.

Penulis: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait