Puluhan Kecamatan di Lebak dan Pandeglang Terkena Banjir

Share
Warga Kabupaten Lebak melintasi genangan banjir setinggi hingga lutut orang dewasa, di Lebak, Provinsi, Banten, Jumat (10/02/2017).

SERANG, VerbumNews.com– Banjir yang melanda dua wilayah Banten Selatan yakni Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten   yang terjadi sejak Kamis (09/02/2017) sekitar pukul 04.30 WIB disebabkan oleh meluapnya sejumlah aliran sungai di wilayah itu akibat hujan deras  yang mengguyur beberap hari terakhir ini.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Lebak, banjir di menerjang sedikitnya 17 kecamatan  yang tersebar di 430 desa  menyebabkan 1.908 kepala keluarga (KK) harus mengungsi karena terendam dengan ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Kalau daerah yang rendah cenderung terendam air lebih lama,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi, di Rangkasbitung, Lebak,  Jumat (10/02/2017).

Banjir pun memakan korban jiwa seorang anak kecil yang hanyut terbawa derasnya arus air di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

“Iya benar, cuma kita belum dapat datanya, anak siapa, usianya berapa, belum masuk datanya ke kita. Kita himbau masyarakat untuk lebih berhati-hati,” terangnya.

Berdasarkan data BPBD Lebak, kecamatan yg wilayahnya terendam banjir adalah Bayah, Malingping, Cijaku, Cigemblong, Gunungkencana, Cirinten, Wanasalam, Cimarga, Sobang, Lebakgedong, Cihara, Banjarsari, Kalanganyar. Leuwidamar dan Banjarsari yg paling luas wilayah rendamannya. Banjir merendam peemukiman, tempat ibadah, sekolah, serta jalan lingkungan dan jalan raya.

Empat desa di Kecamatan Leuwidamar yg paling parah dan merata terkena banjir adalah Lebak Parahiang, Leuwidamar, Nayagati, Sangkanwangi, dan Wantisari dengan ketinggian air 1-2 meter. Kegiatan belajar-mengajar SMPN 1 Leuwidamar dihentikan karena air masuk ke lingkungan sekolah hingga ketinggian setengah meter dan terus meningkat.

Sedangkan di Kecamatan Banjarsari, desa yg terendam adalah Kerta Rahayu, Bojong Juruh, Umbul Jaya, Leuwiipuh, Tamansari, Cilegong Ilir, Lebak Keusik, dan Laban Jaya. Banjir di Kecamatan Leuwidamar akibat luapan air dari Sungai Cisimeut. Sedangkan Banjarsari terendam luapan Sungai Ciliman yang alirannya juga melintasi wilayah Kabupaten Pandeglang.  Akibat banjir, aktivitas sosial warga lumpuh.

Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Lebak, Kaprawi, mengatakan banjir yang terjadi di Kabupaten Lebak di awal tahun ini termasuk paling besar karena dari 28 kecamatan yang ada 17 di antaranya terkena bencana banjir. Selain Sungai Cisimeut, Sungai Cimadur dan Cibinuangeun di wilayah Lebak selatan juga meluap dan merendam ratusan rumah dan fasos dan fasum, ribuan hektare lahan pertanian, serta melumpuhkan aktivitas warga.

“Seluruh sungai meluap. Kejadian ini sangat jarang. BPBD telah melakukan reaksi cepat dengan mengerahkan semua staf dan komponen pendukung yang menjadi mitra penanggulangan kedaruratan bencana seperti Tagana, KSB, dan PMI untuk melakukan langkah-langkah evakuasi, menyalurkan bantuan, membuat tenda darurat, posko kesehatan, serta dapur umum. TNI dan Polri juga memperkuat tim di lapangan. BPBD telah mendirikan 49 titik posko kebencanaan di  17 kecamatan.

Selain banjir yang memakan korban jiwa, tanah longsor pun menerjang di beberapa daerah, seperti di Desa Cipanas, Warung Banten dan Desa Sukamaju, Kabupaten Lebak. Sedangkan di Kecamatan Sobang, warga terisolasi karena aksesnya terputus dan terhalang material longsor.

“Sekarang lagi dinormalisasi,  dikeruk melalui Dinas Binamarga Provinsi Banten  karena ada Unit Pelayanan Teknis  (UPT) di Lebak.  Insyaallah hari ini jalan sudah bisa dilalui lagi,” jelasnya.

Ruas jalan Saketi, Kabupaten Pandeglang menuju Malingping, Kabupaten Lebak, ambrol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Kamis (09/02/2017) hingga Jumat (10/02/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, akibat banjir dan tanah longsor menyebabkan sejumlah sekolah, jalan  dan jembatan rusak di wilayah Lebak.

Sekolah yang rusak dan terendam banjir yakni SDN 02 Cihujan, SDN Lebak Gedong, SMPN 1 Leuwidamar, SDN 03 Ciakar, SMPN 01 Cijaku.

Jembatan yang rusak yakni, Jembatan Cikasitu di Desa Sinargalih-Kecamatan Cibeber; Jembatan Ciasahan di Desa Cisungsang Kecamatan Cibeber;  Jembatan Cikidang di Desa Cisungsang-Kecanatan Cibeber;  Jembatan Batang di Desa Sangkanwangi-Kecamatan Leuwidamar;  Jembatan Bunter-Leuwi Peusing di Desa Sangkanwangi-Kecamatan Leuwidamar;  Jembatan Cikuray di Desa Pasirtanjung-Kecamatan Rangkasbitung;  Jembatan Ciparasi di Desa Sobang-Kecamatan Sobang dan  Jembatan Cisimeut di Desa Sangkanmanik-Kecamatan Cimarga.

Sedangkan jalan yang rusak berada di Jalan Cikate-Cigemblong, Kecamatan Cigemblong; Ruas jalan Cipanas-Warung Banten, Kampung Cimerak, Desa Sukamaju, Kecamatan Sobang dan jalan Saketi-Malingping di Kecamatan Banjarsari.

“Lahan pertanian yang rusak diterjang banjir dan longsor seluas 426 hektare dengan usia tanam 10-35 hari. Kejadian banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung terjadi pada Kamis (09/02/2017) mulai pukul 04.30 WIB,”ujarnya.

Banjir di Pandeglang

Sementara itu, banjir yang melanda 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang, disebabkan oleh luapan Sungai Ciliman.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Pandeglang, 11 kecamatan yang terendam banjir itu yakni Kecamatan Patia, Pagelaran, Sukaresmi, Panimbang, Munjul, Angsana, Cikeusik, Labuan, Picung, Sobang, dan Kecamatan Sindagresmi.

Selain curah hujan yang tinggi, menurut Kepala BPBD Pandeglang, Dadi Supriyadi, faktor penyebab banjir disebabkan oleh luapan Sungai Ciliman dan kiriman dari Sungai Cimoyan, Lebak. Akibatnya, ribuan rumah dan ratusan hektar sawah ikut terendam. Wilayah yang paling parah terpapar banjir terletak di Desa Perdana Kecamatan Sukaresmi.

“Daerah yang rawan banjir, praktis sudah terdampak semua. Di Desa Perdana, Kecamatan Sukaresmi, ketinggian sudah mencapai 1,5 meter. Kalau di Cikeusik, sekitar 200 hektare  sawah padi siap panen terendam. Namun, kita berharap rendaman air tidak lebih dari 2 hari agar padi masih bisa dimanfaatkan,” ujar Dadi.

Kendati merendam ribuan rumah dan ratusan hektar sawah, Dadi menyatakan jika banjir kali ini tidak menyebabkan infrastruktur seperti jalan maupun jembatan mengalami kerusakan. Hanya saja di beberapa titik, terjadi kemacetan lantaran jalan yang masih digenangi air.

“Sejak kemarin, kita mendahulukan evakuasi warga. Kita sudah salurkan logistik, makanan, selimut, dan obat-obatan,” sambung Dadi.

Genangan banjir masih akan terjadi bila curah hujan di Lebak masih tinggi. Sedangkan jika aliran Sungai Cimoyan mulai surut, dalam waktu semalam banjir yang menerjang 11 kecamatan di Pandeglang pun akan surut. Namun, BPBD mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini.

“Prediksi BMKG, curah hujan tinggi di Lebak dan Pandeglang masih berlangsung hingga akhir Februari. Oleh karenanya, BPBD akan memberlakukan status tanggap darurat bencana hingga bulan Maret,” ujarnya.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait