PT MMS Klaim Pelayanan Ruas Tol Tangerang-Merak Telah Sesuai SPM

Share
Ruas Tol Tangerang-Merak
Ruas Tol Tangerang-Merak

SERANG,VerbumNews.com– Manajemen PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku pengelola jalan tol Tangerang-Merak mengklaim telah memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 16/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dikatakan bahwa PT MMS selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selalu berupaya untuk memenuhi kewajiban SPM tersebut. SPM sebagai acuan bagi BUJT dalam memberikan pelayanan bagi jalan tol wajib dilaporkan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) per bulan, per triwulan, bahkan dalam waktu 2×24 jam pada saat kejadian khusus. Pemeriksaan pemenuhan SPM yang dilakukan oleh BPJT sebagai tolok ukur pencapaian kinerja BUJT.

Hal tersebut disampaikan oleh PT MMS melalui Kepala Divisi Hukum Hukum dan Humas Indah Permanasari, dalam surat, Senin (15/2) sebagai tanggapan dan klarifikasi terhadap berita yang dimuat pada Jumat (12/2) lalu yang berjudul: “Fasilitas Jalan Tol Tangerang-Merak Dinilai Buruk.”

Indah Permanasari dalam surat tersebut menjelaskan bahwa PT MMS senantiasa meningkatkan 8 indikator SPM yaitu kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan serta kebersihan lingkungan dan kelaikan tempat istirahat dan pelayanan (TIP).

Indah mengatakan, BPJT telah memeriksa pemenuhan SPM di ruas tol Tangerang-Merak dan hingga saat ini hasil SPM ruas tol Tangerang-Merak secara keseluruhan mendapat penilaian baik dan telah dipenuhi.

Sementara terkait Penerangan Jalan Umum (PJU), Indah dalam surat tersebut menyampaikan bahwa sesuai aturan SPM terkait PJU, di jalan tol wilayah perkotaan harus menyala dengan waktu toleransi 2×24 jam. Adapun ruas jalan tol Tangerang-Merak termasuk jalan tol luar perkotaan yang memiliki kewajiban untuk memasang PJU hanya pada lokasi-lokasi tertentu bukan di sepanjang ruas tol.

“MMS telah memasang PJU di sekitar area akses menjelang tol dan gerbang tol serta di simpang susun (interchange). Selain itu, PJU telah terpasang di sejumlah titik rawan kecelakaan dan rawan keamanan dan ketertiban masyarakat (black spot) di Km 56 dan 57, Km 66, Km 73 dan 74 serta Km 92. Sampai saat ini jumlah PJU yang sudah terpasang di sepanjang jalan tol sebanyak 1.666 titik lampu,” jelasnya.

Dikatakan, sesuai hasil SPM untuk PJU sepanjang tol Tangerang-Merak, sudah memenuhi standar dan aturan yang berlaku. Demikian pula untuk pagar pengaman yang sudah terpasang untuk ruas tol Tangerang-Merak. Selain itu, di titik-titik rawan aktivitas naik turun penumpang telah terpasang pagar permanen menggunakan batu kali.

Sementara terkait mahalnya tarif tol yang dikeluhkan pengguna jalan tol Tangerang-Merak, Indah menyatakan bahwa penyesuaian tarif tol telah diatur dalam pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Jalan dan pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang jalan tol, bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali oleh BPJT berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi.

“Tarif tol yang berlaku di ruas Tangerang-Merak telah sesuai sebagaimana yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 507/KPTS/M/2015 tentang Penyesuaian Tarif Tol Pada Beberapa Ruas Jalan Tol,” ujarnya.

Editor: L Dami

Rekomendasi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait