Polri Tetap Melanjutkan Penanganan Kasus Rizieq Shihab

Share
Rizieq Shihab

JAKARTA, VerbumNews.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri)  tetap melanjutkan penanganan perkara yang melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kepala Bagian Kemitraan Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi Setiyono mengemukakan itu menanggapi permintaan Rizieq, yang berharap perkaranya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Kendati demikian, ia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan kasus Rizieq bisa dihentikan kalau pelapor mencabut laporannya.  “Kalau itu delik aduan, kalau yang mengadu mencabut (laporan), ya silakan saja,” katanya seperti dikutip Antara, Rabu (18/01/2017).

Namun bila tidak ada pelapor yang mencabut laporannya, maka polisi akan tetap memproses laporan tersebut.

“Kalau ada laporan masuk, maka polisi melakukan penyelidikan, (kalau) ditemukan minimal dua alat bukti, ya berproses itu,” ujarnya.

Awi menambahkan polisi tidak akan mendorong penyelesaian secara kekeluargaan seperti yang diinginkan Rizieq, menyatakan cara itu hanya bisa dilakukan atas inisiatif kedua pihak yang berperkara.

Rizieq pada Selasa (17/01/2017) berharap persoalan hukum yang membelitnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Alangkah baiknya itu didialogkan secara kekeluargaan,” kata Rizieq di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (17/01/2017).

Ada beberapa orang yang melaporkan Rizieq ke polisi yakni  putri presiden pertama RI, Sukmawati Soekarnoputri, melaporkan Rizieq dengan tuduhan menghina Pancasila saat ceramah mengenai tesisnya saat kuliah di Malaysia.

Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet) melaporkan dia ke polisi terkait pernyataannya tentang lambang palu arit dalam uang baru yang diterbitkan Bank Indonesia.

Sementara Ketua Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI Angelo Wake Kako, Koordinator Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama, Slamet Abidin dan warga Kelapa Gading bernama Khoe Yanti Kusmiran melaporkan Rizieq ke polisi berkenaan dengan ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada 25 Desember 2016 yang diduga mengandung unsur penistaan agama Kristen.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait