Perjalanan Pertama Gadis Remaja Asal Israel ke Luar Negeri Berakhir Tragedi

Share
Leanne Nasser, seorang gadis remaja berusia 18 tahun yang menjadi salah satu korban serangan pria bersenjata di klub Reina, Bosporus, Istanbul, Turki, Minggu malam lalu. (Foto: CNN)

ISTANBUL, VerbumNews.com-Leanne Nasser (18)  meminta izin kepada  orang tuanya untuk berlibur ke Istanbul. Dia belum pernah ke luar negeri. Tidak pernah meninggalkan Israel. Tiga temannya pergi ke kota di Bosporus, Istanbul  untuk merayakan malam tahun baru dan dia ingin pergi bersama mereka.

Namun ayahnya terus menolak. Ayahnya  khawatir karena Istanbul tidak aman. Dia ingin putrinya Leanne Nasser tinggal di rumah saja. Namun, Leanne berpaling ke bibinya Layal Masarweh. Masarweh mengizinkannya.

“Ayahnya benar-benar melawan itu. Dia mengatakan bahwa Istanbul terlalu berbahaya. Leanne dilarang oleh ayahnya untuk pergi. Tapi dia bersikeras, mengatakan bahwa tidak ada yang akan terjadi padanya,” kata Masarweh kepada CNN.

Nasser, seorang gadis remaja berusia 18 tahun  berasal dari  Tira, sebuah kota Arab di pusat Israel. Nasser telah  memiliki rencana besar untuk masa depannya  setelah menyelesaikan sekolah tinggi pada bulan Juni 2017 mendatang. Dia bekerja di sebuah klinik gigi dan menabung untuk membeli mobil. Dia ingin menjadi seorang dokter suatu hari nanti. Namun semua rencana itu berakhir di malam tahun baru 2017.

Nasser bersama tiga temannya merayakan tahun baru di Restoran Reina, Bosporus, di Istanbul.  Beberapa jam sebelum tengah malam, ia memposting gambar ke Snapchat. Di dalamnya, ia berkelebat setengah tersenyum, mengenakan mahkota bunga di kepala, menghiasi  rambutnya yang  hitam dan  panjang. Mata cokelatnya menatap lurus ke kamera.

Keesokan harinya, setelah seorang pria bersenjata melakukan serangan membabi buta di dalam klub Reina, yang menewaskan 39 orang, dan puluhan lainnya luka-luka, Nasser dinyatakan hilang.

Tiga orang temannya ditemukan, dua orang terluka dan satu orang berada di rumah sakit, dalam kondisi stabil dan diharapkan puluh. Namun, Nasser tidak ditemukan.

Mendengar berita itu, ayah Nasser  langsung terbang ke Turki, sekitar  90 menit penerbangan dari Tel Aviv. Jam terus  berlalu, seluruh keluarga besar Nasser mengharakan  Nasser ditemukan dalam keadaan selamat. “Dia mungkin selamat. Dia mungkin berada di sebuah rumah sakit yang berbeda. Dia mungkin OK,” keluarganya berharap.

Di tengah harapan dan doa seluruh anggota keluarga yang sedang berkumpul di rumah di Tira, tiba-tiba telepon paman Nasser berdering. “Itu ayahnya. Dia mengirim beberapa gambar. Ada gambar sebuah cincin emas berbentuk hati dengan bintik darah.  Sebuah kalung dengan batu permata ungu dan hijau. Sebuah tas perak dengan darah yang merembes.”

Pihak berwenang ingin tahu jika keluarganya bisa mengidentifikasi mereka. Dan ayahnya tidak bisa mengingat apakah itu adalah Leanne Nasser anaknya.

Paman Nasser menatap gambar-gambar itu sejenak. Dia menunjukkan foto ke bibi Nasser. Tidak ada keraguan lagi.  Itu adalah  Leanne. Dia meninggal dalam serangan itu.

“Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan dirinya. Lebih baik mereka mengambil jiwa saya, dan memberikannya kepada dia,” kata bibinya, Layal Masarweh.

Jenazah Nasser akan diterbangkan ke Israel  pada hari Selasa (03/01/2017). Keluarganya menunggu dia untuk datang ke rumah. Air mata tidak berhenti, dan kesedihan menyelimuti keluarga Nasser. “Saya masih tidak percaya hal itu terjadi. Dia dibunuh,” kata Masarweh.

Ini adalah perjalanan pertama Leanne Nasser ke luar negeri. Perjalanan Nasser ke Istanbul  juga menjadi perjalanan terakhir dari rumahnya menuju sang pencipta.

Editor: L Dami

Sumber: CNN

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait