Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Tagana Harus Terprogram dan Berkala

Share
Wakil Gubernur Banten  Andika Hazrumy  selaku Ketua Forum Taruna Siaga Bencana  (Tagana) Provinsi Banten  saat menutup acara Gladi Lapang Jambore Tagana Banten 2017 di Lapangan Krakatau Steel (KS) Kota Cilegon, Rabu (30/08/2017) sore.

CILEGON, VERBUMNEWS.COM – Wakil Gubernur Banten  Andika Hazrumy  selaku Ketua Forum Taruna Siaga Bencana Provinsi Banten  mengatakan  kegiatan pelatihan dan pembinaan anggota Tagana mutlak diperlukan dan harus  dilakukan terprogram,  secara berkala dan teratur.

Pelatihan dan pembinaan anggota Tagana merupakan ajang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi  guna memastikan kesiapan Tagana dalam melaksanakan kerja sosialnya saat melakukan penanggulangan dampak bencana alam.

Oleh karena itu, kata Andika, Pemprov Banten akan all out memberikan dukungan kepada Tagana Banten dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan tersebut.

“Saya sudah instruksikan kepada OPD (organisasi perangkat daerah) yang membidangi ini, dalam hal ini Dinas Sosial Provinsi Banten, untuk men-support segala sesuatunya yang menyangkut kebutuhan peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota Tagana, termasuk infrastruktur pendukungnya,” kata Andika usai menutup acara Gladi Lapang Jambore Tagana Banten 2017 di Lapangan Krakatau Steel (KS)  Kota Cilegon, Rabu (30/08/2017) sore.

Dikatakan Andika, kesiapsiagaan anggota Tagana dalam bekerja menanggulangi dampak bencana alam bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan sembarangan orang, baik dari sisi kemampuan atau kompetensi maupun dari sisi spirit. “Makanya kegiatan seperti ini mutlak diperlukan, agar kita tahu bahwa memang Tagana kita siap,” kata Andika.

Menurut Andika  pelatihan  kesiapsiagaan Tagana,  perlu dilakukan  secara  terprogram. Hal itu merujuk kepada sifat bencana yang meski siklus terjadinya bia ditebak, namun pada praktiknya bencana bisa datang kapan saja dan secara tiba-tiba. “Jadi kegiatan pelatihan seperti ini mesti terprogram secara berkala dan teratur,” ujarnya.

Andika mengatakan, Pemprov Banten telah mengajukan anggaran untuk membiayai pembayaran premi asuransi para anggota Tagana se-Banten di Rancangan APBD 2017 Perubahan yang akan berlaku pelaksanaan anggarannya mulai Oktober 2017 mendatang. Andika memandang perlu menjamin kesehatan para anggota Tagana, mengingat tugas anggota Tagana yang dilakukan ecara sosial untuk membantu masyarakat dan pemerintah di saat bencana terjadi.

“Kami, Saya dan Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) sudah meminta Dinas Sosial untuk menganggarkan  kebutuhan asuransi anggota Tagana  tersebut di APBD perubahan ini,” katanya.

Sementara itu Sekretaris  Tagana Banten Dadan Suryana mengatakan, kegiatan Gladi Lapang Jambore Tagana Banten 2017 yang diikuti oleh 270 anggota Tagana dari 8 kabupaten/kota se-Banten tersebut digelar selama 3 hari yakni sejak 28 Agustus lalu.

Menurutnya kegiatan tersebut digelar dengan tujuan antara lain sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan anggota Tagana Banten dalam penanganan dampak bencana.

“Peningkatan tersebut baik secara konseptual maupun teknik di lapangan. Makanya instrukturnya juga kami datangkan dari  Kementerian Sosial dan lembaga terkait seperti  Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN), Basarnas dan kepolisian serta TNI,” katanya.

Dalam kegiatan itu, lanjutnya, juga digelar perlombaan di bidang  kemampuan teknik dan konsep dari masing-masing Tagana kabupaten/kota. “Dengan begitu kan sekaligus kemampuan mereka teruji,” ujarnya. [ADV]

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait