Pemimpin Revolusioner Kuba Fidel Castro Tutup Usia

Share
Foto pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro ditempatkan di luar Keduataan Kuba di Chile pasca pengumuman kematian Fidel Castro. (Foto: Reuters/Carlos Vera)
Foto pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro di depan  Keduataan Besar  Kuba di Chile pasca pengumuman kematian Fidel Castro, Sabtu (26/11/2016). (Foto: Reuters/Carlos Vera)

HAVANA, VerbumNews.com-Revolusioner Kuba, Fidel Castro, yang membangun sebuah negara komunis, dan selama lima dekade menantang upaya AS untuk menggulingkannya, meninggal  di usia 90 tahun pada hari Jumat (25/11/2016).

Fidel Castro,  seorang tokoh yang  memiliki masa kejayaan di abad ke-20 dan sebagai  ikon Perang Dingin, tetap dihormati di belahan dunia yang berjuang melawan kekuasaan kolonial.

Kesehatan Castro mulai memburuk  sejak penyakit usus hampir membunuhnya pada tahun 2006. Dia secara resmi menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, Raul, dua tahun kemudian.

Mengenakan seragam militer hijau, Raul (85), muncul di televisi pada Jumat (25/11/2016) malam untuk mengumumkan kematian Fidel. “Pada pukul 10:29 malam hari, kepala komandan revolusi Kuba, Fidel Castro Ruz, meninggal,” katanya, tanpa memberikan penjelasan tentang  penyebab kematian Castro.

Ucapan duka dan belasungkawa mengalir dari seluruh dunia atas kematian Fidel Castro.

“Sejarah akan mencatat dan menilai dampak besar  dari perjuangan Fidel Castro  pada orang-orang dan dunia di sekelilingnya,” kata Presiden AS Barack Obama.

Sementara  penerus Obama terpilih, Donald Trump,  menyebut  Castro sebagai  “seorang diktator brutal yang menindas rakyat sendiri selama hampir enam dekade.”

“Warisan Fidel Castro adalah salah satu regu tembak, pencurian, penderitaan yang tak terbayangkan, kemiskinan dan penolakan hak asasi manusia,” kata Trump.

Presiden sosialis Venezuela, Nicolas Maduro, mendesak revolusioner untuk mengikuti warisan Castro, sementara Presiden China Xi Jinping mengatakan “orang-orang China telah kehilangan kawan dekat dan teman yang tulus.”

Dekade Permusuhan

Raul Castro, yang dimuliakan kakaknya,  telah membuat  Kuba berubah  dengan memperkenalkan reformasi ekonomi pasar dan sepakat  dengan Amerika Serikat pada bulan Desember 2014 untuk membangun kembali hubungan diplomatik, sebagai tanda berakhirnya dekade permusuhan.

Tidak jelas apakah Trump, yang mulai memimpin AS  20 Januari 2017, akan melanjutkan upaya untuk menormalkan hubungan dengan Kuba atau memenuhi janji kampanyenya untuk menutup kedutaan besar AS di Havana.

Fidel Castro sendiri menawarkan dukungan suam-suam kuku terkait   kesepakatan dengan Washington  pada tahun 2014.  Hal ini  menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia menyetujui untuk mengakhiri permusuhan dengan musuh lamanya.

Fidel Castro tidak bertemu Barack Obama ketika  mengunjungi Havana awal tahun ini. Kehadiran Presiden AS Barack Obama di Havana, merupakan  pertama kalinya seorang presiden Amerika menginjakkan kaki di tanah Kuba sejak tahun 1928.

Pemerintah Kuba telah menyatakan sembilan hari berkabung,  dan abu  Castro akan dibawa ke berbagai bagian negara itu. Upacara pemakaman akan diselenggarakan pada 4 Desember 2016 mendatang.

Ratusan mahasiswa berkumpul di Havana pada hari Sabtu (26/11/2016)  untuk menghormati Castro, dan aksi massa yang direncanakan untuk beberapa hari mendatang.

“Ketika saya menemukan Fidel telah meninggal, saya merasakan sakit . Saya menangis,” kata Badanys Rodriguez (39), dengan bangga memamerkan tato di bahunya.

Orang Kuba yang menetap Miami, Florida, AS merayakan kegembiraan setelah pengumuman kematian pemimpin revolusioner Kuba Fidel Castro, Sabtu (26/11/2016). (Foto:  Reuters/Javier Galeano).
Orang-orang  Kuba yang yang tinggal di  Miami, Florida, AS merayakan kegembiraan setelah pengumuman kematian pemimpin revolusioner Kuba Fidel Castro, Sabtu (26/11/2016). (Foto: Reuters/Javier Galeano).

Namun, di Miami, di mana banyak orang buangan   selama pemerintahan Castro, mengekspresikan kegembiraan atas meninggalnya Fidel Castro. Mereka melambaikan bendera Kuba sambil bersorak, menari dan  memukul panci dan wajan untuk merayakan kebebasan mereka  dari orang yang mereka benci.

Fidel Castro dengan kekhasan jenggotnya, berkuasa melalui revolusi tahun 1959 dan memerintah Kuba selama 49 tahun, menciptakan negara dengan partai tunggal dan menjadi tokoh sentral dalam Perang Dingin.

Castro dimusuhi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya  karena gaya kepemimpinannya yang represif,   namun dikagumi oleh banyak kaum kiri di seluruh dunia, terutama di Amerika Latin dan Afrika.

Nelson Mandela, setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 1990, berulang kali mengucapkan terima kasih kepada  Castro karena  usahanya dalam membantu untuk melemahkan apartheid.

Castro yang selalu mengenakan seragam militer hijau dan mengisap  cerutu selama bertahun-tahun kekuasaannya, dikenal dengan pidatonya yang panjang penuh retorika dan sering ditujukan pada Amerika Serikat.

Fidel Castro tidak lagi menduduki jabatan kepemimpinan di tahun-tahun terakhirnya. Dia terkadang menulis komentar di koran terkait  persoalan  dunia dan kadang-kadang bertemu dengan para pemimpin asing, tapi  dia tetap  tinggal di tempat  semi-pengasingan.

Ikon Revolusioner

Seorang pengacara  menyebutkan, Fidel Castro memimpin revolusi yang menggulingkan diktator Fulgencio Batista yang  didukung AS pada 1 Januari 1959.  Fidel Castro yang baru berumur 32 tahun saat itu, dengan cepat mengambil kendali Kuba dan berusaha untuk mengubahnya menjadi masyarakat egaliter.

Fidel Castro  mengubah kondisi kehidupan masyarakat Kuba  yang sangat miskin, mencapai tingkat kesehatan dan melek huruf setara dengan negara-negara kaya dan menyingkirkan Kuba dari kehadiran Mafia kuat.

Namun, Fidel Castro juga menindak perbedaan pendapat,  memenjarakan  lawan-lawannya,  menyita rumah dan  bisnis swasta  serta memonopoli media.

Akibat pola kepemimpinannya yang represif, ratusan ribu orang  Kuba melarikan diri ke Pulau

“Diktator Fidel Castro telah meninggal, penyebab banyak kematian di Kuba, Amerika Latin dan Afrika,” kata Jose Daniel Ferrer, pemimpin kelompok pembangkang, Uni Patriotik Kuba.

Banyak pembangkang menetap di Florida, mempengaruhi kebijakan AS terhadap Kuba dan merencanakan kematian Castro. Beberapa bahkan dilatih di rawa-rawa Florida untuk invasi Teluk Babi. Tetapi mereka tidak pernah bisa mengusir Fidel Castro.

Pada tahun 1962, Amerika Serikat memberlakukan embargo perdagangan  dan  Castro disalahkan untuk sebagian besar penyakit di  Kuba.

Selama bertahun-tahun Fidel Castro memperluas pengaruhnya dengan mengirim pasukan Kuba untuk perang termasuk 350.000 personel pasukan Kuba untuk bertarung di Afrika. Fidel Castro memberikan dukungan penting untuk pemerintah sayap kiri di Angola dan kontribusi terhadap kemerdekaan Namibia,  dalam perang yang membantu akhir apartheid di Afrika Selatan.

Castro  juga pernah  mengirimkan puluhan ribu dokter Kuba ke luar negeri untuk mengobati orang miskin dan membawa orang-orang muda dari negara-negara berkembang untuk melatih mereka sebagai dokter.

Lahir pada 13 Agustus 1926, di Biran, timur Kuba, Castro adalah anak dari seorang imigran Spanyol yang menjadi tuan tanah yang kaya.

Fidel Castro marah pada kondisi sosial dan kediktatoran Batista. Castro meluncurkan revolusinya pada 26 Juli 1953, dengan serangan yang gagal terhadap barak Moncada di timur Kota Santiago.

“Sejarah akan membebaskan saya,” katanya selama persidangan.

Dia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara namun dibebaskan pada tahun 1955. Ia kembali datang untuk menghantui Batista.

Castro pergi ke pengasingan di Meksiko dan menyiapkan tentara pemberontak kecil untuk melawan Batista, termasuk “Che” Guevara.

Pada 25 November, 1956, Castro dan  81 pengikut berlayar dari pelabuhan Meksiko Tuxpan  dengan perahu dan  mencapai Kuba pada awal Desember 1956.

Hanya 12 orang, termasuk Fidel, Raul dan Guevara, lolos penyergapan pemerintah ketika mereka mendarat di Kuba timur.

Berlindung di  pegunungan Sierra Maestra, mereka membangun suatu kekuatan gerilya dengan beberapa ribu pejuang bersama dengan kelompok pemberontak perkotaan, mengalahkan militer Batista hanya dalam waktu dua tahun.

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait