Pemerintah Telah Salurkan PSU 27.283 Unit Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Share
Foto ilustrasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah
Foto ilustrasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah

JAKARTA, VerbumNews.com-Pemerintah tahun ini telah menyalurkan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) terhadap 27.283 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah  (MBR) di seluruh wilayah Indonesia.

Bantuan tersebut disalurkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Rumah Umum dan Komersial (RUK) Ditjen Penyediaan Perumahan.

“Pencapaian target bantuan PSU dari Direktorat Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR untuk perumahan umum pada tahun 2016 ini sejumlah 27.283 unit rumah telah terealisasi hampir 100% di wilayah Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara,” ujar Kepala Subdit Bantuan Rumah Umum Kukuh Firmanto dalam siaran pers, Jumat (16/09/2016).

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bantuan Prasarana Sarana dan Utilitas Untuk Perumahan Umum di Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

Dalam Rakor tersebut disampaikan materi Pelaksanaan Bantuan PSU, Kendala dan Permasalahan yang terjadi di lapangan dan Tata Cara Pembayaran Bantuan PSU oleh Kepala Satker Fasilitasi RUK Bambang Purwanto dan monitoring evaluasi pelaksanaan bantuan PSU TA 2016 oleh Yogi Hendrasworo.

Kukuh menambahkan, Direktorat RUK Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR akan berusaha menambah komponen PSU tidak hanya jalan lingkungan, tetapi juga berupa ruang terbuka non hijau seperti lahan parkir dan lapangan olahraga, air minum, penerangan jalan umum dan tempat pengelolaan sampah terpadu.

Jumlah bantuan PSU sekitar Rp 6,2 juta per unit rumah tersebut diharapkan dapat merangsang peran serta pelaku pembangunan dalam penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat subsidi dari pemerintah. Selain itu pemerintah juga berharap dapat meningkatkan kualitas lingkungan perumahan masyarakat menjadi lebih nyaman untuk ditinggali.

Editor: L Dami

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait