Pembangunan Sport Centre di Banten Akan Picu Pertumbuhan Ekonomi

Share
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (kiri) didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten Deden Apriandhi di sela-sela kunjungan ke Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan dalam rangka studi banding terkait pembangunan sport centre di Banten yang akan dimulai pada tahun 2018 mendatang.

PALEMBANG, VERBUMNEWS.COM – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy melakukan kunjungan kerja ke Palembang, Sumatera Selatan,  dalam rangka studi banding atau  mempelajari proses pembangunan Jakabaring Spor City sebagai referensi bagi Banten dalam melanjutkan membangun sport centre di Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang. Dalam kunjungan tersebut terungkap keberadaan Jakabaring Sport City telah mampu mendorong perekonomian Kota Palembang dan umumnya Provinsi Sumsel.

“Tadi dalam paparan yang disampaikan oleh Pak Asda III (Asda III Sumsel Nadjib), bahwa memang fakta kalau perekonomian daerah sangat terpicu oleh keberadaan Jakabaring Sport City ini. Ini betul-betul multiplie  effect dari keberadaan pusat olahraga kepada kemajuan daerah,” kata Andika usai bersama rombongan diterima oleh Asda III Sumsel Nadjib di Kantor Gubernur Banten, Rabu (22/11/2017).

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Banten M Yanuar,  Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banten Deden Apriandhi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Hadi Suryadi.

Andika memastikan jika investasi yang akan dilakukan untuk membangun sport centre di Banten  sangat layak dilakukan oleh Pemprov Banten dan sejumlah pihak di Banten yang akan diajak untuk bersama-sama melakukan pembangunan sport centre tersebut.

Menurut Andika, meski pada awalnya akan terasa berat, pembangunan sport centre tersebut pada akhirnya akan menguntungkan bagi Banten dan warganya. Hal itu, lanjutnya, akan dicapai Banten jika keberadaan sport centre tersebut memang diproyeksikan mampu menyedot diselenggarakannya event-event olahraga yang bertaraf nasional maupun internasional.

“Untuk itulah kami sengaja belajar ke Jakabaring ini yang sudah terbukti berhasil mewujudkan cita-cita daerah untuk menjadi ikon penyelenggaraan olahraga, bahkan untuk tingkat internasional,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Asda III Sumsel Nadjib, Andika sebelumnya mengungkapkan jika sport centre yang ingin dibangun di Banten memang agak berbeda tujuannya dengan keberadaan Jakabaring Sport City. Menurutnya, tujuan utama sport centre yang akan dibangun di Banten adalah untuk menyediakan fasilitas olahraga yang layak dan bertaraf internasional bagi warga dan atlit Banten dalam tujuannya mendorong tumbuhnya atlit-atlit Banten berkelas nasional dan internasional.

Andika berharap hal itu kemudian bisa diikuti dengan dijadikannya sport centre yang akan dibangun di Banten itu menjadi lokasi event olahraga bertaraf nasional dan internasional.

“Intinya kami ingin sport centre ini nantinya memang standarnya berkelas nasional dan internasional. Terlepas tujuan awal kami untuk pusat pelayanan olahraga warga, tapi dengan fasilitas bertaraf nasional serta internasional yang dimiliki, keinginan untuk menjadi lokasi event olahraga nasional dan internasional juga sekaligus dapat terwujud ,” imbuhnya.

Sementara itu, Asda II Sumsel Nadjib dalam pertemuan mengungkapkan, keberadaan Jakabaring Sport City telah mendorong perekonomian Sumsel secara keseluruhan, dan utamanya Kota Palembang. Sektor perekonomian yang ikut terdorong tersebut di anataranya adalah pada sektor pariwisata, di mana jumlah kunjungan wisatawan ke Palembang dan Sumsel jauh meningkat pesat saat ini. “Untuk makanan khas kami misalnya pempek, sebelum Sea Games 2011 dimana kami dengan Jakabaring menjadi tuan rumah, produksi pempek  itu hanya kira-kira 1 ton per hari, kini sudah mencapai 7 ton per hari,” katanya.

Untuk diketahui,  Jakabaring Sport City adalah kompleks dari berbagai fasilitas olahraga di atas lahan seluas 325 hektar ini terletak di wilayah Seberang Ulu sejauh 5 km dari pusat kota Palembang. Kompleks olahraga ini merupakan tempat penyelenggaraan PON XVI 2014 dan SEA AGAMES  XXVI 2011. Di dalam kompleks ini terdapat Stadion Gelora Sriwijaya, stadion berkapasitas 40 ribu orang yang merupakan stadion terbesar ketiga se-Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Utama Palaran. Kompleks olahraga ini juga akan menjadi tempat sekunder untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Pada saat Jakabaring dibangun untuk PON XVI 2004, kompleks ini hanya terdiri dari stadion utama dan dua hall olahraga Gelora Olahraga (GOR) Dempo dan Gelora Olahraga Ranau. Kompleks ini kemudian dikembangkan saat menyambut SEA Games XXVI 2011. dan akan dilakukan penambahan arena olahraga pendukung yang lainnya dalam rangka menyambut Asian Games 2018 yang akan dihelat bersama Jakarta.

Saat ini fasilitas yang ada di Jakabaring terdiri dari Stadion Gelora Sriwijaya, Stadion Lapangan Tenis Bukit Asam, Stadion Atletik, Stadion Akuatik, Gedung GOR Ranau (Badminton) dan Gedung GOR Dempo (Senam). Berikutnya Arena Baseball dan Softball, Stadion menembak, Arena Ski Air, Arena Voli Pantai, Arena Panjat Dinding, Arena Sepatu Roda, Arena Petanque, Arena Bowling dan Sirkuit International Jakabaring (dalam proses). Kawasan ini pun dilengkapi fasilitas pendukung seperti Wisma Atlet dan Gedung Sport Science. (ADV-Kominfo Banten7)

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait