Paus Fransiskus Minta Para Pemimpin Atasi Pengangguran Kaum Muda

Share
Paus Fransiskus ketika memimpin Vesper pertama dan doa Te Deum, di Basilika St Petrus, Vatikan, Sabtu (31/12/2016). (Foto: Reuters/Alessandro Bianchi)

VATICAN CITY, VerbumNews.com-Paus Fransiskus  dalam pesan akhir tahunnya mendesak para pemimpin  agar  berbuat lebih banyak untuk mengatasi pengangguran kaum muda,  yang saat ini sedang dilanda  putus asa.

Pada perayaan ekaristi akhir tahun  2016, di Basilika Santo Petrus, Paus Fransiskus yang telah berusia  80 tahun itu mengatakan pintu harus dibuka untuk orang-orang muda  sehingga mereka  bisa bermimpi dan berjuang untuk meraih impian mereka.

“Kita telah mengutuk orang-orang muda, dan mereka seolah tidak memiliki tempat dalam masyarakat.  Kita telah secara perlahan-lahan mendorong mereka (kaum muda)   termarginalkan dalam kehidupan publik, sehingga  memaksa mereka untuk bermigrasi atau mengemis pekerjaan atau gagal untuk menjanjikan masa depan mereka,” kata Paus dalam homilinya.

Pemuda yang menganggur di Italia mencapai 36 persen atau lebih tinggi di antara 28 negara Uni Eropa.

Berdasarkan catatan Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO), jumlah pemuda yang menganggur di Afrika mengalami peningkatan pada tahun 2016. Bahkan di  Afrika Utara jumlah pengangguran mendekati 30 persen.

Fakta kemiskinan dan kurangnya kesempatan kerja  di Afrika  mendorong para pemuda bermigrasi ke Eropa.  Hampir 5.000 pria, wanita dan anak-anak meninggal  ketika berusaha  bermigrasi ke  Eropa dengan menggunakan  perahu dari Afrika Utara pada tahun 2016.

Lebih dari  181.000 migran perahu – sebagian besar asal Afrika – yang mencapai Italia pada tahun 2016, 25.000 diantaranya adalah  anak-anak. Jumlah tersebut meningkat  dua kali lipat  daripada  migran yang datang  tahun 2015.

Pada tanggal 1 Januari 2017,  Paus yang merupakan pemimpin 1,2  miliar umat Katolik sedunia tersebut akan memimpin misa memperingati   Hari Perdamaian Dunia (World Day of Peace).

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait