Mindset Pelaku Pariwisata Perlu Ikuti Perkembangan Zaman

Share
Pengurus PHRI Banten berpose bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, usai beraudiensi di ruang kerja Wakil Gubernur Banten, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (20/11/2017).

SERANG, VERBUMNEWS.COM- Wakil Gubernur (Wagub)  Banten Andika Hazrumy mengatakan cara pandang (mindset)  pelaku pariwisata dan semua stakeholdor pariwisata termasuk pemerintah harus mengikuti perkembangan zaman.

“Kalau kita cermati,   objek  wisata itu sudah menjadi kebutuhan kaum milenial yang mungkin sebelumnya tidak dibidik, karena selama ini kita membidik kalangan yang lebih mampu. Faktanya sekarang kaum milenial dengan backpacker-nya misalnya yang memenuhi tempat-tempat wisata  hampir sepanjang tahun. Nah bagaimana ini melayani mereka, kan tentu caranya berbeda dari sebelumnya,” ujar Andika usai bertemu pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia  (PHRI)  Banten di ruang kerjanya, Senin (20/11/2017).

Lebih jauh Andika juga mengatakan, definisi destinasi pariwisata saat ini juga telah mengalami perubahan. Dia mencontohkan, jika sebelumnya wisatawan datang ke destinasi wisata untuk menikmati keindahan alam dan atraksi kebudayaan saja, kini fakta menunjukkan bahwa sebuah lokasi yang hanya bagus untuk tempat berswafoto atau selfie, justru bisa menyedot wisatawan.

“Ini kan kaitannya dengan kreativitas. Jadi bagi satu daerah yang bahkan tidak punya potensi keindahan alam saja sekarang ini bisa jadi primadona pariwisata,” ujarnya.

Andika juga mengaku berpesan kepada PHRI Banten, untuk tidak lupa selalu melibatkan warga sekitar destinasi wisata dalam menggarap pariwisata. Keterlibatan warga sekitar diyakini akan menimbulkan multiplier effect dibanding jika investor pariwisata melihat usaha pariwisatanya hanya sebagai sebuah perusahaan yang murni mencari keuntungan.

“Kalau warga diberdayakan dan mereka merasakan manfaat dari keberadaan destinasi wisata tersebut, niscaya iklimnya akan kondusif. Warga  sendiri yang akan menjaganya tanpa harus diminta-minta oleh pengusaha pariwisata,” kata Andika.

Sementara itu Ketua Umum PHRI Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, kunjungannya ke Kantor Wagub Banten  sekaligus untuk menyampaikan undangan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PHRI Banten pada 25 Desember mendatang di Tangerang. “Intinya Pak Wagub tadi menyambut baik undangan kami. Dan beliau berpesan agar pariwisata ini sekarang jangan menggunakan hal-hal yang konvensional,” katanya.

Diterangkan Ahmad, Wagub berpesan agar sisi promosi yang tepat sasaran saat ini mendapatkan porsi yang meningkat untuk dilakukan. “Beliau mencontohkan tadi bagaimana misalnya teknologi digital bisa dimaksimalkan, mulai dari promosi hingga kepada pelayanan kepada wisatawan, mulai dari bagaimana wisatawan samapi di destinasi, menginap, menyaksikan atraksi, hingga mendapatkan buah tangan yang memang berkesan,” jelasnya.

Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar mengatakan, pihaknya  menyambut baik upaya Pemprov Banten dalam  mendukung pemerintah pusat yang tengah menjadikan pariwisata sebagai lokomotif perekonomian, baik secara nasional maupun di daerah. Dukungan konkrit tersebut ditunjukkan pemprov dengan  mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan sebagai penunjang utama pembangunan pariwisata.

“Tadi Pak Wagub  bilang ke kami, bahwa di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022  yang baru telah ditetapkan kalau pembangunan infrastruktur adalah prioritas pemprov dalam 3 tahun ke depan,”  ujar Ashok.

Dikatakan Ashok, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai merupakan faktor utama dalam menyelenggarakan pelayanan pariwisata. Jalan yang baik dan layak akan memangkas jarak tempuh dan biaya perjalanan para wisatawan. Infrastruktur jalan merupakan faktor utama yang dipertimbangakn wisatawan dalam memilih destinasi wisata.

“Kami sangat gembira mendengar pemprov yang all out dengan infrastruktur jalan dalam 3 tahun ke depan ini,” imbuhnya.

Diakui Ashok, salah satu kendala pariwisata di Banten selama ini adalah soal ketersediaan jalan yang kurang menunjang. Kondisi jalan yang kurang baik membuat sejumlah lokasi wisata di Banten kerap mengalami kemacetan di masa-masa puncak liburan. “Belum lagi, masih banyak destinasi wisata di Banten yang pada akhirnya nyaris tak tersentuh karena kendala infrastruktur jalan ini,” ujarnya.

Lebih jauh Ashok mengungkapkan, saat ini kendali pembangunan pariwisata berada langsung di tangan Presiden, yang hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mengelola pariwisata. Oleh sebab itu, kata dia, tak heran, pariwisata dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami semacam masa keemasan. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari bergairahnya pariwisata di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Banten sendiri, kata Ashok, pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten/kota dari sektor pariwisata selama hampir tahun 2017 ini mencapai Rp 1 triliun atau meningkat hampir 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut  berasal dari sektor pariwisata kuliner yang didominasi oleh wilayah Tangerang. “Ini kita baru main dari kuliner saja loh. Ke depan, kalau jalan ke selatan sudah bagus di mana destinasi wisata alamnya bisa tereksplorasi dengan baik , bisa kita bayangkan berapa PAD yang bisa disumbangkan ke kabupaten/kota,” ujar Ashok. (ADV-Kominfo Banten1)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait