Megawati Bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka Bahas Masalah Bangsa

Share
Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) dan Presiden RI Joko Widodo (kiri) ketika melakukan perjumpaan per di Beranda Belakang Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11/2016).
Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) dan Presiden RI Joko Widodo (kiri) ketika melakukan perjumpaan per di Beranda Belakang Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/11/2016).

JAKARTA, VerbumNews.com – Setelah  menerima kunjungan mantan pesaingnya pada Pilpres 2014, Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, hari ini, Senin (21/11/2016)  Presiden Joko Widoro menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka.

“Komunikasi  siang ini sangat efektif untuk menemukan berbagai solusi dari permasalahan-permasalahan bangsa yang ada. Kami berbincang masalah makro ekonomi, berkaitan dengan politik nasional kita dan juga hal yang bersifat urusan sosial,” kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di teras belakang  Istana Merdeka di Jakarta, seperti dikutip Antara,  Senin (21/11/2016).

Menurut Jokowi, dirinya bersama Megawati juga membahas  soal Pilkada serentak yang akan digelar pada Februari 2017 mendatang. Presiden menyebut, ia dan Mega membahas pentingnya menjaga iklim kompetisi yang sehat di antara para kandidat.

“Menang atau kalah dalam Pilkada itu sesuatu yang biasa. Yang paling penting antarkandidat harus saling menghormati dan saling menghargai karena kita ini bersaudara,” ujarnya.

Bagi Jokowi, suhu politik yang meningkat saat Pilkada merupakan dinamika yang wajar terjadi. Ia  mengingatkan agar suhu yang sedang meningkat tersebut tidak dimanfaatkan untuk memecah-belah bangsa.

“Yang penting jangan merugikan NKRI, jangan melemahkan Bhineka Tunggal Ika kita, jangan merongrong Pancasila. Prinsipnya itu saja,” kata Presiden.

Sementara itu,  Megawati menambahkan, Pilkada adalah peristiwa politik yang selalu berlangsung aman sejak lama. Namun begitu, Mega menyebut saat ini Pilkada justru sengaja dibuat tegang. Ketegangan itu bahkan sampai berujung pada kecemasan di tingkat rakyat bawah.

“Sekarang ini ada sebuah hal, yang menurut saya, justru dibuat sedemikian rupa yang membesarkan satu Pilkada di Jakarta,” ucap Mega.

Presiden RI ke-5 itu kemudian merujuk pada aksi massa 4 November lalu. Menurut Mega, dari aksi tersebut terlihat nyata bahwa banyak demonstran yang berpartisipasi tetapi sebetulnya tak paham dengan duduk persoalan yang mereka protes. Oleh karenanya, ia mengimbau semua pihak untuk tak ikut memanas-manasi rakyat kecil. Mega berharap suasana yang sejuk dapat tercipta selama tahapan Pilkada serentak 2017.

Dalam pertemuan selama lebih dari satu jam tersebut, Presiden  RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan agar seluruh tokoh bangsa dan media untuk menyampaikan pesan yang menjaga perdamaian dan ketenangan menjelang Pilkada 2017.

Megawati juga meminta agar Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan para ketua umum partai-partai di Indonesia.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait