Korban Tewas Bom Brussels Bertambah Jadi 26 Orang

Share
Korban luka-luka akibat bom yang meledak di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, Selasa (22/03/2016). (Foto: BBC)
Korban luka-luka akibat bom yang meledak di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia, Selasa (22/03/2016). (Foto: BBC)

BRUSSELS, VerbumNews.com-Setidaknya 26 orang tewas dalam serangan bom  di Bandara Zaventem dan Stasiun Kereta Api Metro, Brussels, Belgia. Kejadian ini membuat Stasiun Metro dan Bandara Zaventem ditutup untuk sementara. Bukan hanya itu, peringatan keamanan di Eropa Barat mulai diberlakukan. Transportasi lintas batas berhenti beroperasi.

Seorang saksi mengatakan ia mendengar teriakan dalam bahasa Arab tak lama sebelum dua ledakan menghantam sebuah ruang keberangkatan Bandara Zaventem Brussels. Jaksa federal mengatakan salah satu ledakan mungkin dipicu oleh seorang pembom bunuh diri.

Menteri Kesehatan Belgia mengatakan 11 orang tewas dalam pemboman bandara dan 81 luka-luka.

Ledakan di Bandara Zaventem  dan Stasiun Metro Brussels   terjadi empat hari setelah penangkapan di Brussels tersangka  dalam serangan militan November di Paris yang menewaskan 130 orang.

Polisi Belgia dan pasukan tempur di jalanan telah waspada untuk setiap tindakan balasan tetapi serangan itu terjadi di tempat umum yang ramai.

Video menunjukkan kehancuran di hall dengan ubin langit-langit dan kaca berserakan di lantai. Beberapa penumpang muncul dari terminal dengan darah berceceran  pada  pakaian mereka. Asap membubung dari gedung melalui jendela yang pecah dan penumpang melarikan diri, beberapa masih mengangkut tas mereka.

Inggris, Jerman, Perancis dan Belanda, semua mewaspadai  tumpahnya  konflik di Suriah, termasuk di antara negara-negara mengumumkan langkah-langkah keamanan tambahan.

Semua transportasi umum di Brussels ditutup, seperti serangan militant Islam di London pada tahun 2005 menewaskan 52 orang. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tidak menggunakan jaringan telepon berlebihan. Petugas keamanan atau  tentara dikirim ke kota dan Crisis Centre Belgia. Penduduk diimbau untuk  waspada adanya insiden lebih lanjut.

Alphonse Youla ( 40), yang bekerja di bandara, mengatakan kepada Reuters ia mendengar seorang pria berteriak dalam bahasa Arab sebelum ledakan pertama. “Kemudian langit-langit kaca  bandara runtuh.”

“Aku membantu membawa lima orang tewas, kaki mereka hancur,” katanya, sambil menunjukkan  tangannya yang berlumuran darah.

Perdana Menteri Belgia Charles Michel berbicara tentang “saat yang gelap  untuk negara kita”.

“Apa yang kita takut telah terjadi. Negara kita telah dikejutkan oleh serangan yang membabi buta, kekerasan dan pengecut.”

Operator transporatasi umum  STIB mengatakan 15 tewas di kereta metro dan 55 luka-luka. Kantor berita Belga  mengutip petugas  pemadam kebakaran mengatakan 11 tewas di bandara, tapi masih ada beberapa ketidakpastian tentang korban.

Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengatakan pada  konferensi pers: “Apa yang kita takutkan,  telah terjadi. Negara kita telah dikejutkan oleh serangan yang buta, kekerasan dan pengecut.”

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan terkejut atas serangan itu. “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu.”

Pengelola Bandara Brussels mengatakan telah membatalkan semua penerbangan sampai Rabu (23/03/2016) pukul  6:00  waktu setempat.

Jasa keamanan telah di disiagakan  di seluruh Eropa Barat karena takut serangan militan yang didukung oleh Negara Islam, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan Paris.

Sistem keamanan di sebagian besar bandara Eropa diperketat.  Setiap penumpang dan barang bawaan mereka diperiksa secara ketat.

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait