Korban Tewas Bertambah Jadi Tujuh Orang, PM Inggris: Cukup Sudah

Share
Perdana Menteri Inggris Theresa May berbicara di luar  Kantor Downing Street, beberapa saat setelah serangan di Jembatan London, yang menewaskan tujuh orang dan puluhan lainnya terluka, Minggu (04/06/2017). (Foto: Reuters/Kevin Coombs)

LONDON, VerbumNews.com-Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May mengutuk keras aksi teror yang dilakukan ekstremis Islam,  yang terjadi di Pusat Kota London, tepatnya di Jembatan London, yang menyebabkan tujuh orang tewas, dan 48 lainnya mengalami luka, pada hari Minggu (04/06/2017).

Serangan itu terjadi lima hari sebelum pemilihan parlemen Inggris, dan merupakan serangan ketiga yang menghantam Inggris dalam waktu kurang dari tiga bulan.

“Ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan cukup sudah,” ujar Theresa May, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi dari luar Kantor Downing Street, di mana bendera dikibarkan setengah tiang.

May menyerukan untuk meningkatkan kontra terorisme dan memberikan hukuman lebih lama terhadap pelaku.

Pihak berwenang Prancis dan Australia mengaku warga negara mereka termasuk di antara korban yang terluka.

Petugas kepolisian Metropolitan London menangkap 12 orang di Distrik Barking London Timur, terkait serangan itu.

Sebagaimana diketahui, kurang dari dua minggu lalu, telah terjadi serangan bom bunuh diri yang menewaskan 22 anak dan orang dewasa di konser penyanyi AS Ariana Grande, di Manchester, Inggris Utara. Sebelum, pada bulan Maret 2017, aksi teror yang persis sama dengan yang terjadi di Jembatan London, yang menewaskan lima orang. Seorang pengendara mobil menabrak sejumlah warga di Jembatan Westminster, di Pusat Kota London, dan menikam seorang polisi.

Pada Sabtu (03/06/2017) malam, petugas kepolisian London menembak mati tiga penyerang laki-laki di Pasar Borough, dekat Jembatan London, dalam waktu delapan menit setelah menerima panggilan darurat.

Kepala Polisi Kontra Terorisme, Mark Rowley mengatakan, delapan petugas kepolisian menembakkan sekitar 50 peluru untuk menghentikan penyerang, yang muncul untuk melakukan bom bunuh diri. Namun setelah dicek, ternyata, rompi bunuh diri yang dikenakan pelaku adalah rompi bunuh diri palsu.

“Pada saat itu, perwira polisi yang menembak pelaku, berada dalam situasi antara hidup dan mati. Tiga pria bersenjata mengenakan rompi yang menyerupai rompi bunuh diri. Namun, ternyata itu rompi bunuh diri palsu. Ketiga penyerang berhasil dilumpuhkan,” kata Rowley.

Saksi mata yang melihat adegan mengerikan itu, menceritakan bahwa mobil van putih yang dikendarai pelaku menghantam trotoar Jembatan London, dan menabrak orang di sepanjang jalan. Tiga pelaku kemudian berlari ke restoran dekat Jembatan London dan menusuk orang di sana tanpa pandang bulu.

Sejumlah warga berhamburan di restoran untuk menyelamatkan diri, beberapa di antaranya melemparkan meja dan benda-benda lain untuk menangkis penyerang.

Pihak otoritas keseharan Inggris, pada Minggu (04/06/2017) sore menyatakan sebanyak 36 orang  yang terluka hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit. Sebanyak 21 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

“PM Inggris Theresa May membesuk sejumlah korban yang dirawat di Rumah Sakit King’s College,” kata juru bicara.

Pemerintah Inggris telah mengumumkan untuk melakukan heningan cipta secara nasional di Inggris pada hari Selasa (06/06/2017) dan mengibarkan bendera setengah tiang hingga Selasa malam untuk menghormati para korban aksi teror tersebut.

Tidak ada yang mengaku bertanggungjawab terhadap serangan di Jembatan London tersebut. ISIS telah kehilangan wilayah di Suriah dan Irak akibat serangan koalisi di bawah pimpinan AS. Namun ISIS telah mengirim pesan pada hari Sabtu (03/06/2017) yang isinya mendesak pengikut mereka untuk melakukan serangan dengan truk, pisau, dan senjata melawan “Tentara Salib” selama bulan suci Ramadhan. Militan Islam telah melakukan sejumlah serangan mematikan di Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia dan Amerika Serikat selama dua tahun terakhir.

“Kita percaya, kita menghadapi  tren baru dalam ancaman yang kita hadapi sebagai terorisme melahirkan terorisme,” kata PM Theresa May.

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait