Kasus Korupsi RSUD Kota Tangsel, TCW Divonis Satu Tahun Penjara

Share
Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan
Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan

SERANG, VerbumNews.com  – Majelis hakim  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Serang memvonis terdakwa kasus korupsi pembangunan RSUD Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan  satu tahun  penjara.

Vonis hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa TCW 18 bulan penjara.

Selain divonis 12 bulan penjara, Wawan yang merupakan adik kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dengan pidana satu tahun penjara,” kata Epiyanto, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikot Serang saat membacakan putusan, Rabu (19/10/2016).

Wawan dinyatakan terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa Wawan. Hal yang memberatkan yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu, perbuatan Wawan selaku Ketua Kadin Banten dan Komisaris PT Bali Pacific Pragama itu juga mencederai kepercayaan masyarakat Banten.

Sementara hal yang meringankan, karena Wawan bersikap sopan selama persidangan dan menyesali perbuatannya, ditambah bersedia mengembalikan kerugian negara senilai Rp6,1 miliar dengan menyerahkan tiga sertifikat tanah sebagai pengganti.

Menanggapi putusan tersebut JPU  dari Kejaksaan Agung menyatakan pikir-pikir, karena pada sidang sebelumnya, jaksa menuntut Wawan dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan.

Sementara kuasa hukum Tubagus Chaeri Wardana, yakni Tubagus Sukatma mengatakan, kliennya sudah menerima vonis hakim.”Klien kami sudah menerima,” kata Sukatma.

Untuk diketahui, dalam kasus ini terdakwa TCW alias Wawan bersama lima terdakwa lainnya bekerja sama dalam mengatur pemenang lelang proyek. Kelima terdakwa lainnya itu  yakni Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Promosi Dinkes Tangsel Mamak Jamaksari dan Sekretaris Dinkes Banten Neng Ulfah, Direktur PT Bangga Usaha Mandiri, Dessy Yusandi, Komisaris PT Mitra Karya Rattan, Herdian Koosnadi, dan Komisaris PT Trias Jaya Perkara, Suprijatna Tamara.

Dalam persidangan sebelumnya terungkap bahwa  kelima terdakwa  terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama sama dengan TCW alias  Wawan dan Mantan Kadis Kesehatan Tangsel Dadang M Epid.

Diungkapkan bahwa dalam  pelaksanaan pelelangan proyek lanjutan pembangunan RSUD dan Rehabilitasi berat Puskesmas di Kota Tangsel tahun anggaran 2012 telah diatur dan sudah diketahui kontraktor untuk proyek tersebut dalam daftar plotingan.

Plotingan tersebut sudah ditentukan oleh Wawan dan Dadang.  Setelah mendapatkan plotingan Mamak Jamaksari dan Ilham Bisri selaku panitia lelang ditugaskan untuk mengawal prosesnya dan berkoordinasi dengan pihak calon rekanan yang telah ditunjuk.

“Terdakwa Desy Yusandi selaku Direktur PT Bangga Usaha Mandiri, mengatur proyek rehabilitasi berat puskesmas pondok jagung.  puskesmas pondok aren, dan puskesmas kampung sawah. Sedangkan terdakwa Herdian Kusnadi dan Supriatna Tamara mengatur proyek RSUD Tangerang Selatan,” kata JPU Widagdo.

Melalui proses lelang yang direkayasa untuk memenangkan perusahaan sesuai ploting tersebut, ditentukan pemenang lelang dari Proyek Rehabilitasi Berat Puskesmas dan Lanjutan Pembangunan RSUD Kota Tangerang Selatan tahun 2012 adalah CV Kamaha Cemerlang untuk  Rehabilitasi Berat Puskesmas Pondok Jagung senilai Rp2,3 milyar;  CV Sarana Mitra Sejahtera untuk   Rehabilitasi Berat Puskesmas Pondok Aren Rp2,3 milyar; CV Sukalimas Perkasa untuk  Rehabilitasi Berat Puskesmas Kampung Sawah Rp2,3 milyar dan PT Guna Karya pekerjadan pembangunan RSUD Tahap II Tangsel senilai Rp27,3 milyar. Keempat paket proyek tersebut berasal dari APBD Murni Tangsel tahun anggaran 2012.

Namun kenyataannya pekerjaan tidak memenuhi kulitas dan kuantitas sebagaimana yang ditentukan dalam kontrak.  Adapun kerugian keuangan negara atas perbuatan para terdakwa yakni sebesar Rp9,6 miliar.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait