Kader PDIP Mulyadi Jayabaya Dukung Pasangan Wahidin-Andika

Share
Mantan Bupati Lebak H Mulyadi Jayabaya
Mantan Bupati Lebak H Mulyadi Jayabaya

SERANG, VerbumNews.com– Mantan Bupati Lebak dua periode Mulyadi Jayabaya selaku kader PDIP Banten secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura dan PKS. Bahkan Mulyadi Jayabaya mengaku siap dipecat dari PDIP karena sikap politiknya yang tidak mendukung calon petahana Rano Karno sesama kader PDIP.

“Untuk urusan mendukung calon gubenur, jangankan dipecat dari PDIP, ditembak pun saya siap. Saya siap menerima konsekuensi apa pun dari PDIP terkait sikap politik saya dalam mendukung pasangan calon Wahidin-Andika. Saya mendukung pasangan ini karena saya yakin dan optimitis sosok Wahidin dan Andika sangat tepat untuk memajukan Banten ke arah yang lebih baik,” tegas Mulyadi Jayabaya ketika  membawakan orasi politik, pada saat deklarasi pasangan Wahidin-Andika oleh Partai Hanura di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Sabtu (20/08/2016).

Jayabaya menegaskan, kendati dirinya berada di satu partai dengan petahana Rano Karno, tapi untuk urusan gubernur, dirinya sudah bulat mendukung pasangan Wahidin-Andika dengan segala konsekuensinya.

Jayabaya menyampaikan alasan dirinya mendukung  pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy. Wahidin Halim, kata dia, adalah sebagai figur yang tepat memimpin dan mengubah Banten, karena terbukti berhasil memimpin pemerintahan dengan baik selama dua periode di Kota Tangerang. Ditambah sosok Andika Hazrumy, generasi muda yang memiliki jejaring baik di masyarakat.

“Sosok Wahidin Halim dan Andika Hazrumy adalah sosok yang sempurna dan tepat untuk melanjutkan pembangunan di Provinsi Banten,” tuturnya.

Jayabaya juga mengungkapkan, survei terakhir yang dilakukan per 12 Agustus 2016, nama Wahidin Halim berada pada peringat satu dengan perolehan 36,8 persen, sedangkan bakal calon petahana Rano Karno hanya mendapatkan 29,8 persen.

“Kita doakan pasangan WH-Aa diberi kesehatan, diberi umur panjang dan diberi amanah untuk memipin Banten,” ujar Jayabaya, yang terus mendapat sorak dan tepuk tangan dari tamu undangan.

Pengusaha yang biasa diakrab JB itu menganggap bakal calon petahana Rano Karno tidak sempurna menjadi pemimpin di Banten. Pasalnya, Rano Karno adalah bukan putra asli Banten.

”Dan selama menjabat sebagai gubernur, belum ada perubahan yang signifikan yang dirasakan oleh masyarakat Banten,” ujar Ketua Kadin Banten itu.

Jayabaya juga mengaku tidak khawatir apabila diberi sanksi oleh PDIP karena sebagai kader tidak mendukung Rano Karno. “Demi Banten, jangankan dipecat partai, ditembak pun siap,” tutur Jayabaya.

Menanggapi orasi politik Jayabaya, bakal calon Gubernur Banten, Wahidin Halim mengaku lebih bersemangat dan menambah kepercayaan dirinya untuk  memenangkan Pilkada Banten 2017.

“Ketika JB mendukung kami, kita pun yakin, dengan bersama-sama mampu membangun Banten,” kata Wahidin

Sementara itu, Sekretaris Tim Desk Pilkada DPP Partai Hanura, Andi Bachtiar mengungkapkan, Partai Hanura telah mengeluarkan keputusan berdasarkan surat DPP Nomor: -/B/0404/DPP-Hanura/ VIII/2016, tentang calon Gubernur dan Calon wakil Gubernur Banten periode 2017-2022.

“Mengesahkan saudara Wahidin Halim sebagai calon gubernur dan saudara Andika Hazrumy sebagai calon wakil Gubernur Banten periode 2017-2022,” kata Andi, saat membacakan SK DPP Partai Hanura dalam acara tersebut.

Ia mengatakan, DPP Partai Hanura juga menugaskan kepada DPD Partai Hanura Banten untuk melaksanakan langkah-langkah strategis dalam pemenangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy pada Pilkada Banten 2017.

“Ketua DPD Hanura Banten wajib untuk mendaftarkan bakal calon yang telah disahkan oleh DPP kepada KPU Provinsi Banten,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Banten, Eli Mulyadi mengaku siap meneruskan instruksi DPP Partai Hanura.

“Elektabilitas WH tinggi, begitu juga Aa (Andika Hazrumy-red), maka tidak ada alasan lain untuk melawan petahana selain pasangan ini. Kombinasi antara sosok senior dan sosok muda yang enerjik,” kata Eli.

Ia juga meminta seluruh jajaran dan pengurus Partai Hanura seluruh Provinsi Banten, untuk menjalankan arahan dan keputusan partai.

“Tidak ada alasan lagi bagi seluruh jajaran Partai Hanura, setelah diputuskan oleh DPP, untuk kembali mengawal dan memenangkan pasangan WH-Andika,” ujarnya.

Untuk diketahui, kader PDIP Mulyadi Jayabaya merupakan salah satu bakal calon yang pernah mendaftar di sejumlah partai politik termasuk di PDIP.  untuk maju di Pilgub Banten 2017 mendatang. Namun, Mulyadi Jayabaya menyatakan mundur dari pencalonan ketika  DPP PDIP mengeluarkan surat tugas kepada Rano Karno untuk mencari bakal calon wakil dan melakukan komunikasi politik dengan partai lain guna membentuk koalisi.

Mulyadi Jayabaya akhirnya berbalik arah mendukung pasangan Wahidin-Andika yang diusung oleh koalisi Partai Golkar, Demokrat, Hanura dan PKS. Sikap politik Jayabaya ini tentu akan berdampak besar terhadap kesolidan PDIP itu sendiri karena Mulyadi Jayabaya merupakan sosok yang berpengaruh di Kabupaten Lebak yang mengakar di masyarakat dan juga memiliki basis massa yang cukup kuat.

Bahkan bukan tidak mungkin, loyalis Mulyadi Jayabaya di PDIP Banten akan mengikuti langkahnya mendukung pasangan Wahidin-Andika, yang pada akhirnya mesin PDIP untuk memenangkan pasangan Rano Karno dengan bakal calon wakilnya tidak bisa bekerja secara optimal.

Tidak solidnya kader PDIP Banten merupakan salah satu bukti dan indikator lemahnya kemampuan komunikasi politik Rano Karno baik terhadap sesama kader internal PDIP maupun juga dengan parpol lain di luar PDIP. Rano Karno sendiri hingga saat ini belum menemukan calon wakil yang akan mendampinginya pada Pilgub Banten. Selain itu, koalisi partai pun belum terbentuk.

Penulis: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait