Hubungan Kausalitas Virus Zika Dengan Mikrosefalus Masih Perlu Pembuktian

Share
Ilustrasi
Ilustrasi

JENEWA, VerbumNews.com-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, untuk memastikan hubungan antara virus Zika dengan dua gangguan saraf (microcephaly) atau cacat lahir dan sindrom Guillain-Barre, dibutuhkan waktu beberapa minggu.

Kasus mikrosefalus di Brazil yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan mendorong WHO mengeluarkan pernyataan darurat kesehatan global. Padahal, sebelumnya virus yang berasal dari gigitan nyamuk aedes aegypti ini hanya dianggap sebagai penyakit yang relatif ringan. Namun, munculnya kasus mikrosefalus memacu sejumlah ilmuwan dunia mengembangkan vaksin, obat-obatan dan tes diagnostik.

Brasil merupakan pusat wabah Zika yang telah menyebar ke lebih dari 30 negara. Para peneliti di sana sedang bekerja untuk menentukan apakah Zika telah menyebabkan kenaikan besar dalam kasus mikrosefalus, cacat lahir di mana bayi lahir dengan kepala abnormal.

Kementerian Kesehatan Brasil pada Jumat (12/02/2016) telah mengeluarkan data terbaru kasus virus Zika, di mana telah terjadi peningkatan dari 4.074 kasus menjadi 4.314 kasus. Para peneliti di Brasil telah mengidentifikasi bukti infeksi Zika pada 41 kasus, baik pada bayi maupun ibu. Namun para ilmuwan belum mengkonfirmasi bahwa virus Zika dapat menyebabkan penyakit mikrosefalus.

“Tampaknya memang ada kemungkinan hubungan antara virus Zika dengan penyakit mikrosefalus. Namun dibutuhkan penelitian lebih jauh dan itu membutuhkan waktu beberapa minggu,” kata Marie-Paule Kieny, Asisten Direktur Umum WHO untuk Sistem Kesehatan dan Inovasi, pada konferensi pers di Jenewa, Jumat (12/02/2016).

Kieny menyatakan penelitian tentang virus Zika sedang dilakukan di Amerika Latin khusnya terhadap ibu hamil dan bayi yang telah dinyatakan terinveksi virus tersebut. Penelitian tersebut diharapkan akan segera memperoleh hasilnya.

Lebih lanjut Kieny mengungkapkan bahwa daerah yang terkena wabah virus Zika juga mengalami peningkatan kasus penyakit neurologis Guillain-Barre. Hubungan kausalitas antara virus Zika dengan penyakit mikrosefalus dan sindrom Guillain-Barre masih perlu dibuktikan.

Sindrom Guillain-Barre, menyerang sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf, mengakibatkan terjadinya kelumpuhan secara bertahap di kaki, lengan dan tubuh bagian atas dan kadang-kadang menyebabkan kelumpuhan total.

Kieny menyatakan untuk mencegah dan mengobati virus Zika ada jenis vaksin yang bakal digunakan yakni satu dari National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat dan satu dari perusahaan India Bharat Biotech.

Vaksin yang sedang dikembangkan oleh NIH berbasis DNA, menggunakan pendekatan yang sama dengan vaksin yang dikembangkan untuk virus West Nile. Perusahaan India Bharat Biotech pekan lalu telah mengeluarkan pernyataan bahwa uji coba pra-klinis vaksin akan dilakukan pada hewan dalam waktu dekat.

Editor: L Dami
Reuters/

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait