Gempa 6,6 SR Guncang Italia, Rumah Warga dan Gereja Hancur

Share
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi seorang nenek, menyusul terjadinya gempa berkekuatan 6,6 skala richter (SR) di Kota Norcia, Italia, Minggu (30/10/2016). (Foto: REUTERS/Remo Casilli)
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi seorang nenek, menyusul terjadinya gempa berkekuatan 6,6 skala richter (SR) di Kota Norcia, Italia, Minggu (30/10/2016). (Foto: Reuters/Remo Casilli)

NORCIA, VerbumNews.com– Gempa berkekuatan 6,6 skala richter (SR) mengguncang Kota  Norcia, Italia, Minggu (30/10). Sebagian besar rumah warga dan sejumlah gereja hancur. Namun, tidak ada korban jiwa.

Gempa tersebut lebih besar ketimbang gempa yang terjadi 24 Agustus 2016 lalu yang menewaskan kurang lebih 300 orang. Ada begitu banyak warga yang mengungsi ke daerah    lain karena khawatir akan terjadinya gempa susulan.

Ketika terjadi gempa, ribuan warga di Kota Norcia panik dan berhamburan ke jalan untuk menyelamatkan diri.  Bangunan kuno Gereja Basilika  di Kota Norcia, yang didirikan  St. Benediktus runtuh. Biarawan/biarawati  dan penduduk setempat berlutut di alun-alun  dan berdoa sebelum gereja hancur.

“Ini adalah sebuah tragedi. Basilika hancur,” ujar  Uskup Renato Boccardo dari Norcia  sebagaimana dikutip Reuters.

Unit Perlindungan Sipil Italia, yang mengkoordinasi bantuan bencana,  mengatakan sejumlah rumah hancur pada hari Minggu (30/10/2016)  di wilayah Umbria dan Marche. Warga di wilayah itu berhasil melarikan diri  agar selamat dari gempa tersebut.

Kepala Perlindungan Sipil Italia, Fabrizio Curca mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut.

Ia mengatakan jumlah rumah warga yang hancur masih didata, sehingga belum diketahui secara pasti berapa banyak rumah dan bangunan lainnya yang hancur.

Perdana Menteri Matteo Renzi menjanjikan upaya rekonstruksi besar-besaran tanpa biaya pasca gempa.

“Kami akan membangun kembali semuanya, rumah-rumah, gereja-gereja dan gedung bisnis,” katanya kepada wartawan. “Segala sesuatu yang perlu dilakukan untuk membangun kembali daerah-daerah tersebut akan dilakukan.”

Dia mengatakan dia akan mempertimbangkan anggaran  untuk membuat gedung sekolah dan rumah sakit di  Italia  yang  tahan gempa.

Pemerintah setempat mengatakan kota-kota dan desa-desa yang  telah hancur akibat gempa berkekuatan 6,2  SR pada  Agustus 2016 lalu  telah mengalami kerusakan signifikan akibat gempa yang baru terjadi pada Minggu (30/10/2016).

“Gempa pagi ini telah  menghancurkan beberapa bangunan yang masih  berdiri. Kami harus mulai dari awal,” kata Michele Franchi, Wakil Wali Kota Arquata del Tronto..

Para ahli mengatakan gempa hari Minggu adalah yang terkuat setalah   gempa berkekuatan   6,9 SR  di selatan Italia pada tahun 1980 yang menewaskan 2.735 orang.

Hancurnya Basilika  di Kota Norcia  menyebabkan hilangnya warisan seni Italia, sejak  gempa yang terjadi  1997 menyebabkan runtuhnya langit-langit Basilika St Francis di Assisi.

Gedung Basilika Norcia merupakan sarat nilai spiritual dan bersejarah serta menjadi obyek wisata di jantung kota Norcia. Basilika itu dibangun oleh pendiri Ordo Benediktian dan Suster St Scolastia yang lahir tahun 480.

Benediktus mendirikan Ordo Benediktin di Subiaco, dekat Roma. Dia meninggal pada 530 di biara di Monte Cassino, selatan Roma, yang hancur selama Perang Dunia II. Biara tersebut kemudian dibangun kembali.

Sejumlah gereja lainnya juga hancur akibat gempa pada  hari Minggu (30/10/2016) berdasarkan laporan  media Italia  yakni Gereja  Cattedrale  Santa Maria, yang dibangun pada abad ke-16. Sedangkan Balai Kota belltower dinding bangunannya mengalami retak-retak.

Gempa yang terjadi Minggu (30/10/2016) juga  dirasakan  di  Bolzano, dekat perbatasan dengan Austria dan di selatan dekat  daerah Puglia di ujung selatan semenanjung Italia.

Bukan hanya itu di ibu kota, Roma juga merasakan getaran gempa yang terjadi. Pihak berwenang memeriksa di sekelilinig bangunan  Basilika St Petrus di Roma  untuk mencari kerusakan.

Italia  berada di dua  patahan geologi, membuatnya menjadi salah satu negara rentan terguncang gempa di kawasaan Eropa.

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait