Gandeng Yayasan Mutiara Iman, Subadri Gelar Pengobatan Gratis Bagi Warga

Share
Ketua DPRD Kota Serang dari Fraksi Golkar, selaku Bakal Calon Wali Kota Serang yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Subadri Usuludin, saat penutupan acara pengobatan gratis bagi warga di Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang, yang diselenggarakan di kediamannya, . di Lingkungan Bogeg, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Selasa malam (03/10/2017).

SERANG, VERBUMNEWS.COM-Ketua DPRD Kota Serang dari Fraksi Partai Golkar, Subadri Usuludin, selaku bakal calon wali kota Serang yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memilih fokus untuk melakukan kegiataan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat berupa dzikir bersama dan pengobatan gratis.

Dalam melakukan kegiatan dzikir bersama dan pengobatan gratis tersebut, Subadri yang didukung oleh FKPPI Kota Serang dan Kabupaten Serang menggandeng Yayasan Mutiara Iman dari Jakarta Timur.

“Kegiatan pengobatan gratis dan dzikir bersama ini merupakan bagian dari rangkaian Tahun Baru Islam 1439 Hijriah. Selama 10 hari pertama kami melakukan pengobatan gratis di Kecamatan Cipojok Jaya. Antusiasme masyarakat dalam pengobatan gratis ini begitu besar. Setiap malam, jumlah warga yang mengikuti pengobatan gratis bisa mencapai 200 orang. Ini merupakan salah satu cara kami untuk meringankan beban yang dialami masyarakat Kota Serang,” ujar Subadri Usuludin di Kota Serang, Selasa malam (03/10/2017).

Subadri menjelaskan, pengobatan gratis tersebut menggunakan metode tradisional, perpaduan doa atau dzikir dengan obat-obatan dari alam dalam bentuk herbal. Dan hasilnya, banyak pasien yang tertangani dengan baik.

“Ini tidak berarti bahwa kami alergi dengan pengobatan medis. Langkah pengobatan gratis dengan menggunakan herbal ini merupakan upaya kami untuk meringankan beban warga. Sebab, ada banyak warga sudah  merasa putus asa dengan penyakit yang dideritanya. Ada yang lumpuh, ada yang tuli dan berbagai jenis penyakit lainnya. Semoga dengan dzikir bersama dan pengobatan gratis ini, dapat sedikit meringankan beban yang dialami warga khususnya warga Kota Serang,” kata Subadri.

Subadri meyakini  apa pun penyakitnya pasti ada obatnya, namun harus diawali dengan rasa ikhlas dan mengingat diri akan dosa-dosa.

“Mudah-mudahan diawali dengan dzikir, baca sholawat bersama, istighfar bersama, mudah-mudahan dari sisi keiklasan bahwa sesungguhnya penyakit itu ada obatnya. Pengobatan tradisional ini bukan kita alergi medis dan yang lain-lain namun kebanyakan di sini orang yang sudah hampir putus asa dan memilih pengobatan herbal dengan dzikir,” ucapnya.

Subadri mengatakan, kegiatan pengobatan gratis selanjutnya dilakukan di Kecamatan Walantaka selama 13 hari. Pengobatan gratis itu terbuka untuk umum.

“Target saya, pengobatan gratis ini akan dilakukan di 6 kecamatan di Kota Serang. Mulai Kamis (04/10/2017), pengobatan gratis dilakukan di Kecamatan Walantaka. Setelah selesai di Kecamatan Walantaka, akan dilanjutkan ke kecamatan lainnya,” jelasnya.

Berdasarkan pantuan, acara penutupan pengobatan gratis di Kecamatan Cipocok Jaya, yang dilakukan di kediaman Subadri Usuludin di Lingkungan Bogeg, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, dihadiri oleh ratusan warga.

Selama 10 hari acara pengobatan gratis digelar di Kecamatan Cipocok Jaya, ratusan warga dari berbagai penjuru Kota Serang antusias mengikuti pengobatan tersebut. Warga sekitar meyakini pengobatan herbal dengan dzikir dapat menyembuhkan segala penyakit.

Sementara itu, Ketua Yayasan Mutiara Iman KH. Muhammad Yusuf Ismail mengatakan dirinya sudah mengobati 90 persen pasien yang ia tangani dengan menggunakan metode penyembuhan teknologi rohani dipadukan amaliah.

“Alhamdulillah 90 persen jamaah yang datang terobati dengan baik dan kemudian dengan dakwah bisa menyejukan iman, dilanjutkan dengan bakti sosial, bisa mengangkat derajat kesehatan umat, meringankan kesehatan umat, yang paling penting dan pokok ukhuwah islamiyah dapat tercipta dari jauh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama pengobatan tersebut  pasien yang ditangani  tidak hanya dari  Kota Serang, tetapi juga ada pasien yang datang dari berbagai daerah lain seperti  Bengkulu dan Jakarta Barat. Dirinya juga menyatakan pengobatan tersebut tidak menggunakan patokan target. “Sebesar 90 persen yang datang dan rutin ikuti pengobatan gratis dan zikir ini, sudah sembuh,” ujarnya.

Berbekal kepercayaan warga, pihaknya akan melangsungkan pengobatan lagi di Kecamatan Walantaka tepatnya di Taman Pipitan Indah (TPI) selama 13 hari.” Mulai besok (Kamis 04/10/2017)  kita datangi Kecamatan Walantaka, pengobatan ini terbuka untuk umum, jadi semua warga Kota Serang atau lainnya silakan datang,” ujarnya.

Editor: L Dami

 

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait