G20 Sepakat Bangun Pusat Kerja Sama Antikorupsi Internasional

Share
Presiden Tiongkok Xi Jinping
Presiden Tiongkok Xi Jinping

HANGZOU, VerbumNews.com– Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan negara-negara kelompok 20 (G20) sepakat untuk membangun pusat kerja sama antikorupsi internasional  dan meningkatkan langkah nyata anti-gratifikasi.

“Kerja sama tersebut didasarkan pada rencana aksi Antikorupsi G20 2014-2018,” ungkapnya, dalam jumpa wartawan usai penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 G20 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, Senin (05/09/2016) malam.

“Terkait itu negara G20 akan mematangkan kerangka kerja sama antikorupsi internasional dengan memadukan prinsip, mekanisme dan reancana aksi yang ada,”  ujar  Presiden Xi.

Korupsi memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan pembangunan.

“Diharapkan kerja sama antikorupsi tersebut dapat ditingkatkan diantara dan memberikan dampak positif, tidak saja bagi negara anggota G20, tetapi juga komunitas internasional lain,” tutur Xi.

Lebih lanjut, Xi mengatakan negara kelompok G20 juga  sepakat untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih kuat dan komprehensif guna meningkatkan pertumbuhan serta berkelanjutan yang lebih tinggi dan inklusif.

“Kami bersepakat meningkatkan kesepahaman, guna menghadapi titik henti krusial bagi perekonomian dunia,” katanya,

Presiden Xi megatakan G20 bersepakat melakukan tindakan baru untuk membawa perekonomian dunia yang inovatif, terbarui, terinterkoneksi, dan inklusif, serta putaran pertumbuhan yang solid.

Ia menegaskan G20 sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam merumuskan kebijakan makro ekonomi untuk mendongkrak pertumbuhan global dan memberikan keuntungan, baik bagi negara maju maupun negara berkembang.

Xi mengatakan G20 bersepakat menggabungkan langkah-langkah kebijakan  moneter, fiskal dan reformasi structural, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk kerja sama perpajakan.

Negara-negara G20 juga sepakat untuk merevitalisasi perdagangan dan investasi, sebagai kunci mendongkrak pertumbuhan global, dengan meningkatkan mekanisme perdagangan dan investasi yang inklusif.

“G20 juga bersepakat untuk menyelesaikan berbagai isu lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global, dengan cara baik, guna memelihara stabilitas keamanan dan perdamaian,” katanya, menambahkan.

Tahun 2016 merupakan kali pertama bagi Tiongkok untuk menyelenggarakan KTT G20, dihadiri semua pemimpin negara kelompok 20, beberapa negara tamu dan organisasi internasional.

Pelaksanaan KTT ke-11 G20 berakhir pada Senin (05/09/2016) malam, dan ditutup oleh Presiden Xi Jinping dihadiri seluruh pimpinan negara kelompok 20 (G20), beberapa negara tamu dan organisasi internasional.

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait