Donald Tusk: Migran Ilegal Dilarang Datang ke Eropa

Share
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk (kiri) ketika berbincang dengan Presiden Macedonia Gjorge Ivanov di Skopje, Rabu (02/03/2016). (Foto: AP)
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk (kiri) ketika berbincang dengan Presiden Macedonia Gjorge Ivanov di Skopje, Rabu (02/03/2016). (Foto: AP)

ATHENA, VerbumNews.com-Presiden Dewan Eropa Donald Tusk telah menyampaikan peringatan agar migran ilegal tidak datang ke Eropa, selama proses mengatasi krisis migran sedang dilakukan di Uni Eropa.

Dia mengatakan migran ilegal mempertaruhkan “nyawa dan uang” ketika datang ke Eropa.

“Jangan mempertaruhkan nyawa dan uang Anda datang ke Eropa,” kata Donald Tusk.

Tusk mengunjungi Yunani dan Turki pada hari Kamis (03/03/2016) untuk membahas langkah-langkah mengurangi arus migran ke barat.

Lebih dari 25.000 migran telah terdampar di Yunani karena adanya pengetatan pengawasan perbatasan di utara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran krisis kemanusiaan.

Pada hari Kamis, sekelompok migran memblokir jalur kereta api di sisi Yunani dari perbatasan dengan Macedonia untuk memprotes pembatasan.

Beberapa negara Balkan hanya memutuskan untuk mengizinkan migran Suriah dan Irak di perbatasan mereka. Austria juga memutuskan untuk membatasi angka migran.

Langkah efektif untuk mengatasi krisi migran ini, dengan cara melarang para migran datang ke Eropa Barat, termasuk migran asal Afghanistan serta beberapa negara lainnya yang dianggap sebagai migran ekonomi.

Setelah bertemu Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras di Athena pada Kamis (03/03/2016), Tusk mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada “semua potensi migran ekonomi ilegal”, dari manapun mereka berasal.

“Jangan datang ke Eropa,” katanya. “Jangan percaya penyelundup. Jangan mempertaruhkan nyawa dan uang Anda. Itu semua sia-sia.”

Ia juga menyampaikan kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk menghindari tindakan sepihak dalam menghadapi krisis migran.

Secara terpisah, Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Prancis Francois Hollande membahas masalah keamanan dan migrasi di Kota Amiens, Perancis, termasuk kondisi di Pelabuhan Calais, Perancis di mana ribuan migran berharap untuk masuk ke Inggris .

Hollande memperingatkan “konsekuensi” untuk manajemen migran menuju ke Inggris jika Inggris akan meninggalkan Uni Eropa dalam referendum bulan Juni 2016 mendatang.

Pihak berwenang di Calais telah membersihkan sebuah kamp luas yang dikenal “Jungle,” di mana banyak migran yang berusaha untuk masuk ke Inggris secara ilegal.

Editor: L Dami

Sumber: BBC

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait