Dentang Lonceng Gereja Kembali Terdengar di Kota Bartella

Share
Tentara pasukan khusus Irak berjalan di dalam gereja rusak oleh pejuang negara Islam di  Kota Bertella, Mosul Timur, Irak, Jumat (21/10/2016). Foto: REUTERS/Goran Tomasevic
Tentara pasukan khusus Irak berjalan di dalam gereja yang rusak akibat serangan pejuang negara Islam di Kota Bertella, Mosul Timur, Irak, Jumat (21/10/2016). Foto: REUTERS/Goran Tomasevic

BARTELLA, VerbumNews.com-Dentuman bom, mortir dan bunyi tembakan senjata sudah sering terdengar di Kota Bartella, Irak Utara selama hampir dua tahun lebih, sejak kota itu dikuasai oleh para pejuang ISIS.

Namun, pada hari Jumat (21/10/2016), suara tembakan senjata dan dentuman bom digantikan sejenak dengan bunyi yang tidak pernah terdengar selama dua tahun lebih yakni bunyi dentang  lonceng gereja. Dentang lonceng gereja kembali  terdengar di Kota Bartella.

Situasi ini membuat umat di Kota Kristen bersejarah itu merasa tenang. Situasi ini terjadi setelah pasukan Irak berhasil merebut kembali Kota Bartella dari pejuang ISIS sehari sebelumnya.

Bartella merupakan kota yang ditempati ribuan warga Kristen Assyria, dikosongkan pada Agustus 2014 ketika  para militan ISIS  menguasai sebagian besar wilayah Irak dan tetangga Suriah.

Qaraqosh, kota Kristen terbesar di Irak, tetap di bawah kendali militan, menurut seorang komandan di Peshmerga. Kepulan asap yang terlihat mengepul dari arah itu pekan ini, meskipun sumbernya tidak jelas.

Para pejuang militan ISIS telah menargetkan penganut dan tempat keagamaan masyarakat minoritas di kedua negara, mengeluarkan ultimatum kepada Kristen: membayar pajak, masuk Islam, atau mati oleh pedang. Kebanyakan, termasuk semua warga Bartella, melarikan diri menuju wilayah otonomi Kurdi.

Beberapa waktu sebelumnya, masyarakat setempat  menyaksikan pertempuran sengit pada hari Kamis (20/10/2016)  antara pasukan gabungan Counter Terrorism Service (CTS) dengan pasukan pejuang ISIS.

Jalan barat ke Bartella dipenuhi dengan sisa-sisa pertempuran berupa  selongsong peluru, pecahan peluru dari bom mobil dan ledakan pinggir jalan.

“Bartella sekarang dijamin aman. Hal ini di bawah kendali penuh kami,” kata komandan pertempuran  Mayor Jenderal Maan Saadi.

Mayor Jenderal Maan Saadi mengatakan kepada wartawan saat kunjungan singkat ke Gereja Ortodoks Suriah St  Matius bahwa para pejuang negara Islam, yang ditembaki pasukan CTS di pagi hari  dengan sniper, telah benar-benar hilang.

“Lebih dari 80 jihadis telah tewas dalam pertempuran. Kemungkinan  ada beerapa pejuang ISIS melarikan diri,” ujarnya.

Kondisi Gereja St Matius berantatan. Salib di Menara dirusak, patung juga dihancurkan. Lantai gereja  ditutupi kotoran, bangku kayu yang tumbang dan buku nyanyian yang berserakan.

Gedung administrasi yang berdekatan dengan gereja  juga rusak sebagian, jendela yang rusak, kantor terbalik dan beberapa kamar terbakar.

Pejuang Negara Islam telah menuliskan bendera jihad hitam mereka di salah satu dinding gedung administrasi itu.

“Gereja kuno ini yang dinodai oleh teroris hari ini telah dibebaskan,” kata Letnan Jenderal Thalib Shaghati, yang mengepalai Komando Operasi Gabungan melancarkan perang Irak melawan Negara Islam.

Editor: L Dami

Sumber: REUTERS

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait