Bongkar Sindikat Importir Ilegal, 345 Ton Beras Asal Vietnam Disita

Share
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman

JAKARTA, VerbumNews.com – Polda Metro Jaya DKI Jakarta bekerjasama Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil membongkar sindikat importir beras ilegal asal Vietnam. Sebanyak 345 ton beras ilegal berhasil disita.

Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Kementan bersama Polda Metro Jaya pada Selasa (08/03/2016), menemukan beras impor ilegal itu disimpan di sebuah gudang di daerah Elang Laut, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, saat ini tengah masuk puncak musim panen. Kalau beras impor ilegal beredar maka harga di tingkat petani akan turun.

Amran mengatakan, aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian bisa menindak tegas pelaku impor beras ilegal, termasuk membongkar sampai ke akar-akarnya.

Menurut Amran, impor beras ilegal ini sangat mengganggu produksi. “Saat ini sedang memasuki puncak panen. Di mana, harga sudah turun antara 20 sampai 30 persen di tingkat petani. Nah, kalau (beras impor ilegal) beredar, ini akan merugikan,” kata Mentan Amran.

Atas temuan ini, Mentan Amran mengacungi jempol terhadap kinerja aparat kepolisian khususnya Polda Metro Jaya. Dalam aksi sidak ini, berhasil diamankan 345 ton beras ilegal asal Vietnam yang siap diedarkan. “Terima kasih Pak Kapolda. Beras ilegal ini memperburuk harga dan menekan harga di tingkat petani,” kata mentan.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Tito Karnavian menerangkan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementan dengan Polri.

“Karena ada atensi dari Pak Kapolri, awalnya Kapolri mendapatkan informasi dari Mentan dan lain-lain yang intinya diduga ada beras yang masuk dari luar negeri,” ungkap Tito.

Hal ini, lanjut dia, bukan hanya akan merugikan para petani saja. Pasalnya, beras-beras ini sudah diberi label seolah-olah dari pabrik tertentu padahal itu palsu.

“Itu akan merugikan konsumen karena kualitasnya lebih rendah,” ungkap Tito.

Dengan adanya operasi pasar yang kurang lebih dilakukan sejak tanggal 4 Maret lalu ini, Kapolda telah menelurusi lima orang yang diperiksa.

“Kita ada pnelusuran dari lima orang yang diperiksa, beras 365 ton ini kita sudah ketahui siapa yang memiliki kemudian kita kejar dan kita akan kembangkan kasusunya dari dokumen-dokumen mereka apakah masuk melalui jalur resmi atau non resmi,”kata Tito.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait