Atasi Pengangguran di Provinsi Banten, Pemprov Diminta Optimalkan BLKI

Share
Wakil Ketua DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa saat reses di Lingkungan Ciconok, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang Selasa (14/03/2017).

SERANG, VerbumNews.com-Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Golkar Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan salah satu langkah untuk mengatasi pengangguran yakni dengan cara  mengoptimalkan  Badan Latihan Kerja Indonesia (BLKI) milik Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi Banten diminta untuk mengoptimalkan anggaran di BLKI  guna melakukan pelatihan keterampilan bagi para pemuda, terutama dari kalangan kurang mampu secara ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Adde Rosi Khoerunnisa menanggapi adanya keluhan dari sejumlah masyarakat di Kota Serang, ketika melakukan reses hari pertama Selasa (14/03/2017) dan heri kedua, Rabu (15/03/201

Pada hari pertama reses, Selasa (14/03/2017), Adde Rosi mendatangi masyarakat di Lingkungan Ciconok, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka. Sementara di hari kedua, Rabu (15/3/2017), Adde Rosi  bertemu dengan masyarakat di Lingkungan Curug, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Pada hari pertama reses di Lingkungan Cicocok, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Adde Rosi  mendapat banyak aspirasi dari masyarakat, salah satunya masalah pengangguran. Berdasarkan aspirasi warga, di Kecamatan Walantaka, masih banyak pemuda yang kesulitan mendapat pekerjaan, karena tidak memiliki keterampilan.

“Pemprov  Banten melalui BLKI agar memaksimalkan anggaran yang ada bagi pelatihan keterampilan para pemuda, terutama dari kalangan kurang mampu,” kata Adde Rosi.

Menurutnya, masalah pengangguran menjadi prioritas untuk diperhatikan. Ia berharap anggaran program Balai Latihan Kerja (BLK) dapat dimaksimalkan untuk mengakomodasi kegiatan pelatihan bagi pengangguran.

“Pengangguran terjadi  karena kurang memiliki skill, tentunya harus bisa diselesaikan dengan diberikan pelatihan, supaya mereka siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

Selain masalah pengangguran, di lokasi reses hari pertama itu, Adde Rossi mendapat aspirasi dari masyarakat terkait nasib status tenaga honorer K-2 yang bekerja di instansi pemerintahan dan institusi pendidikan. Sementara untuk masalah kesehatan, masih banyak warga di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka yang mengeluh belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Masalah kerusakan infrastruktur jalan juga menjadi aspirasi yang disampaikan masyarakat di Kelurahan Paburan, Kecamatan Walantaka. Warga mengadukan jalan-jalan lingkungan kondisinya memprihatinkan.

“Kondisi infrastruktur jalan di wilayah-wilayah kelurahan agar menjadi prioritas pembangunan oleh Pemkot Serang melalui alokasi bantuan keuangan dari Pemprov Banten,” ujar Rosi.

Selain itu, masyarakat di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap keberadaan yatim piatu, jompo, fakir miskin dan duafa.

Di Lingkungan Ciconok, Pabuaran, Kecamatan Walantaka, banyak yatim piatu, jompo, fakir miskin, dan duafa yang sangat membutuhkan bantuan dan santuan untuk keberlangsungan hidup mereka.

Selain itu, petani di Lingkungan Ciconok ini juga mengadukan masalah irigasi yang kondisinya rusak dan tidak berfungsi. Kemudian di Kelurahan Pabuaran, warga juga mengadukan masalah limbah dari perusahaan yang sangat mengganggu masyarakat, karena menimbulkan polusi udara dan bau yang tidak sedap.

“Komisi V DPRD Provinsi Banten akan melakukan sidak ke perusahaan tersebut dan agar pihak Pemkot Serang maupun Pemprov Banten dapat juga meninjau izin dan kegiatan perusahaan tersebut secara langsung,” kata Adde Rosi.

Reses Hari Kedua

Pada hari kedua reses di Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Wakil Ketua DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa kembali mendapat banyak aspirasi. Masalah ketenagakerjaan dan pengangguran juga masih menjadi masalah di wilayah ini.

Masyarakat berharap pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda pengangguran, dengan memperhatikan pendidikan dan memberikan pelatihan keterampilan agar mampu bersaing dan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

Untuk masalah kesehatan, masyarakat di Kelurahan Curug Manis ini mengadukan tidak tersedianya tempat dan peralatan untuk Posyandu. Kader Posyandu setempat berharap instansi terkait agar memperhatikan kebutuhan peralatan Posyandu secara merata.

Rencana pembangunan pasar tradisional, masalah kerusakan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase di Kelurahan Curug Manis juga menjadi bahasan. Sebagian besar jalan di daerah tersebut belum diaspal dan jembatan perlu direvitalisasi.

Seperti di wilayah Sukawana, jalan tidak bisa dilalui mobil karena banyak lubang besar. Usulan pemasangan penerangan jalan umum (PJU)  di Kelurahan Curug Manis juga sudah diajukan namun belum juga direaslisasikan. “Nanti akan disampaikan kepada Pemkot Serang agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah kelurahan dan kecamatan melalui bantuan keuangan dari Pemprov Banten,” kata Adde Rosi.

Selain itu, banyak masyarakat yang membutuhkan di Lingkungan Curug yang tidak terdata dalam program pemberian bantuan seperti Jamsosratu dan program BPJS kesehatan. Justru banyak kalangan masyarakat mampu yang mendapat pelayanan tersebut.

Adde Rosi mengatakan hasil dari kegiatan reses ini akan segera disampaikan kepada Pemprov  Banten. Terlebih soal pengangguran, ia akan meminta masalah ini mendapat perhatian lebih. “Harapan kami dengan kegiatan reses ini, permasalahan yang terjadi di Kota Serang, dapat diberikan solusi,” ujar Adde Rosi.

Editor: L Dami

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait