Aktivis Desak KPK Umumkan Nama Cagub Banten Terindikasi Korupsi

Share
Sejumlah aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Anti Korupsi (Jangkar) Banten mendatangi Kantor KPK di Jakarta, Rabu (21/12/2016). Mereka membentang spanduk yang bertuliskan: “Tangkap RK, Save KPK, Helo KPK, Umumkan Saja Cagub Koruptor.” Aktivis Jangkar Banten ini mendesak KPK untuk segera mengumumkan nama cagub Banten yang terindikasi korupsi.

JAKARTA,  VerbumNews.com– Aktivis pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Anti Korupsi (Jangkar) Banten mendatangi Kantor  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  di Jakarta, Rabu (21/12/2016) siang. Mereka mendesak  KPK untuk segera mengumumkan secara transparan dan terbuka nama calon gubernur (cagub) Banten yang terindikasi korupsi.

Jangkar Banten mendesak  pimpinan KPK untuk   membuka  siapa nama tersangka korupsi dari calon gubernur Banten 2017.  Mereka mengatakan bahwa masyarakat Banten telah  bisa menduga siapa tersangka itu dengan melihat fakta-fakta hukum di pengadilan.

Korlap Jangkar Banten, Ahmad Fauzan menegaskan publik bisa menelusuri dan membuka dokumen persidangan, fakta hukum jelas mengatakan cagub Banten 2017 ada yang terindikasi korupsi, dan itu adalah Rano Karno.  KPK harus sampaikan ke publik dan segera proses hukum, jangan menunggu setelah Pilkada 2017.

“KPK harus berani, bekerja tanpa ada tekanan atau deal-deal bawah tangan. KPK jangan kalah oleh kepolisian, mereka berani umumkan tersangka kendati orangnya sedang ikut pilkada, contohnya Ahok dan Ahmad Dani,” kata Fauzan.

Jangkar Banten juga mendesak Pimpinan KPK dalam menjalankan kinerja kepemimpinannya harus mampu menegakkkan keadilan dan tidak diskriminasi terhadap kasus korupsi yang terjadi, serta tidak terpengaruh pada pertimbangan-pertimbangan politik menjelang Pilgub 2017 ini, serta tidak ikut berpolitik praktis dengan menunda mengungkap nama yang terindikasi korupsi.

Pimpinan KPK juga harus mampu memahami suasana batin masyarakat Banten yang mendambakan pemimpin bersih dan anti korupsi yang dihasilkan pada proses Pilgub Banten 2017, jangan sampai yang terpilih adalah figur yang ternyata terlibat korupsi.

“Pimpinan KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi dapat berbuat adil, objektif dan tidak diskriminatif dengan menunda-nunda pengumuman nama calon gubernur yang terindikasi korupsi. Sudah jelas cagub tersangka, masa mau diumumkan setelah pilkada. Kalau dia terpilih, yang rugi negara ini,” Fauzan menegaskan.

Untuk diketahui, sebelumnya  Ketua KPK, Agus Rahrdjo dalam  dua kali kunjungan ke Banten baik itu di Kota Serang maupun di Tangerang  menyampaikan bahwa ada kasus korupsi yang cukup besar di Banten  dan itu terkait dengan salah satu calon gubernur.

“Ya, menyangkut salah satu calon,” ujar Agus Rahardjo menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (29/11/2016) lalu.

Ketika  ditanya oleh wartawan siapakah salah seorang calon gubernur Banten yang tersangkut dugaan tindak pidana korupsi, Agus Rahardjo tidak menjawab secara jelas. “Sudah, sudah, nanti saya dibilang mencampuri urusan politik. Nanti, setelah Pilkada selesai akan dituntaskan,” ucap Agus sambil berjalan.

Editor: L Dami

 

 

 

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait