Aksi Teror di London, Lima Orang Tewas dan 40 Orang Lainnya Terluka

Share
Seorang wanita membantu salah seorang korban luka akibat insiden di Jembatan Westminster, di London, Rabu (22/03/2017). Insiden tersebut menyebabkan lima orang tewas dan 40 orang lainnya terluka. (Foto: Reuters/Toby Melville)

LONDON, VerbumNews.com– Sebanyak lima orang tewas dan sekitar 40 lainnya terluka di London pada Rabu (22/03/2017), setelah sebuah mobil menabrak pejalan kaki dan diduga pelakunya terinspirasi oleh aksi  teror internasional. Setelah menabrak pejalan kaki, pelaku juga menikam seorang  polisi dekat Gedung  Parlemen Inggris.

Tiga korban lainnya ditabrak mobil pelaku  yang melaju  di Jembatan Westminster sebelum menabrak pagar luar Gedung Parlemen Inggris.

Perdana Menteri Theresa May mengutuk serangan itu sebagai  “sakit dan merusak”. “Lokasi serangan ini tidak pernah terjadi  kecelakaan,” katanya dalam sebuah pernyataan di luar kantornya.

“Teroris memilih untuk menyerang di jantung ibu kota kami, di mana orang-orang dari semua bangsa, agama dan budaya datang bersama-sama untuk merayakan nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan kebebasan berbicara,” kata Perdana Menteri Inggris Theresa May.

“Setiap usaha untuk mengalahkan nilai-nilai tersebut melalui kekerasan “ditakdirkan untuk gagal”, kata Mei.

Mark Rowley, petugas kontra-terorisme paling senior Inggris, mengatakan kepada wartawan serangan itu dimulai ketika mobil itu melaju kencang dan menabrak kerumunan warga di Jembatan  Westminster, sehingga melukai anggota masyarakat dan tiga polisi.

“Sebuah mobil kemudian jatuh di dekat Gedung  Parlemen dan setidaknya satu orang, bersenjata dengan pisau, terus menyerang dan mencoba untuk masuk parlemen,” kata Rowley.

Dia mengatakan polisi  bergerak cepat melakukan penyelidikan dan diduga kuat  serangan itu terkait ISIS. Polisi percaya mereka tahu identitas penyerang tetapi tidak akan  memberitahu identitas pelaku.

Ini adalah serangan paling mematikan di London sejak empat Islamis Inggris melakukan bom bunuh diri sehingga menewaskan  52 penumpang  pada  sistem transportasi kota pada bulan Juli 2005. Serangan ini juga terjadi  tepat  ulang tahun pertama serangan oleh militan yang menewaskan 32 orang di Brussels.

Wartawan Reuters di berada  dalam Gedung Parlemen pada saat serangan Rabu (22/03/2017) mendengar ledakan keras dan tak lama setelah itu seorang dengan bersenjata pisau menikam seorang  polisi  hingga tergeletak di tanah di halaman dalam gerbang Gedung  Parlemen Inggris.

Polisi yang tewas  tersebut bernama  Keith Palmer (48), yang telah 15 tahun melaksanakan tugas di kepolisian.  Seorang fotografer Reuters melihat setidaknya puluhan  orang terluka di jembatan. Foto-foto menunjukkan orang tergeletak di tanah, beberapa dari mereka mengalami pendarahan berat dan satu di bawah bus.

Sebanyak tiga anak sekolah Perancis berusia 15 atau 16  ikut terluka dalam serangan itu, kata para pejabat Perancis.

Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan akan ada petugas polisi tambahan di jalan-jalan kota untuk menjaga London dan pengunjung.

“Kita  berdiri bersama dalam menghadapi orang-orang yang berusaha untuk menyakiti kita dan menghancurkan cara hidup kita. London tidak akan pernah takut dengan terorisme,” katanya.

Editor: L Dami

Sumber: Reuters

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait